Cari yang antum mau

Rabu, 22 Januari 2025

Tema kajian: Fiqih Tayammum

 ๐ŸŽ—Resume Kajian ๐ŸŽ—

Ustadz Yusuf Abu Ubaidah As Sidawi ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡

Tema kajian: Fiqih Tayammum

Sabtu, 18 Rajab 1446 H

18 Januari 2024

MT. Siti Hajar

Masjid Al Mukarromah

➖➖➖➖➖➖➖ ➖ 


ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู… 



๐ŸŒŸTayammum adalah pengganti wudhu.

Tayammum adalah salah satu pembahasan yang penting karena:


1. Berkaitan erat dengan ibadah yang sangat mulia, yaitu ibadah sholat.

2. Termasuk kekhususan dan keistimewaan umat Islam.

3. Agar kita mengetahui tentang kemudahan Islam. 


๐Ÿ”ธ️ Rasulullah shallallahu’alaihi

wa sallam bersabda, 

ุฅู† ุงู„ุฏูŠู† ูŠุณุฑ 

Sesungguhnya agama islam itu mudah .

๐Ÿ“š(HR. Bukhari no. 39). 


Salah satu contoh kemudahan Islam adalah tayammum.

๐Ÿ”น️Ketika seeorang tidak bisa berwudhu menggunakan air di karenakan sakit atau tidak ada air maka Allah memberikan pengganti dengan tayammum.

4. Banyak masyarakat kita yang tidak memahami masalah fiqih tayammum, sehingga banyak kasus ketika sakit ataupun safar, mereka tidak sholat.

๐ŸŒŸMaka di sinilah pentingnya memahami ilmu tentang tayammum karena ibadah jika tidak didasari dengan ilmu maka akan sia-sia.

๐Ÿ”ธ️Nabi Shallallaahu'alaihi Wa Sallam bersabda, 


️ ู…َู†ْ ุนَู…ِู„َ ุนَู…َู„ุงً ู„َูŠْุณَ ุนَู„َูŠْู‡ِ ุฃَู…ْุฑُู†َุง ูَู‡ُูˆَ ุฑَุฏٌّ 


“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak.”

๐Ÿ“š (HR. Muslim no. 1718). 


1️⃣ DEFINISI TAYAMMUM. 


๐Ÿ”น️Tayammum diambil dari kata bahasa arab tayammama yatayammamu tayammuman bermakna ู‚ุตุฏ artinya menuju atau menyengaja.

๐Ÿ”น️Adapun secara istilah fiqih tayammum artinya adalah ibadah kepada Allah Subahanahu Wa Ta'ala dengan menggunakan sesuatu di atas permukaan bumi (sho'id) dan mengusapkannya ke wajah dan kedua telapak tangan dengan niat untuk sholat.

๐Ÿ“š(Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyyah 21/347 dan Fathul Bari1/574 Karya Ibnu Hajar)." 


๐Ÿ”น️Tayammum tidak harus dengan debu atau tanah namun yang lebih afdhal adalah tanah.

Dan anggota tayammum hanya dua yaitu wajah dan kedua telapak tangan saja. 


2️⃣DI SYARI'ATKANNYA TAYAMMUM. 


๐Ÿ”น️Tayammum disyari'atkan dalam agama Islam berdasarkan Al Qur'an, hadits dan ijma kesepakatan para ulama. 


๐ŸŒปSumber hukum dalam menetapkan suatu hukum ibadah adalah :

1. Al Qur'an.

Sebagai firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang berisi kebenaran.

2. Hadits Nabi Muhammad Shallallaahu'alaihi Wa Sallam.

Karena Nabi tidak berbicara berdasarkan hawa nafsunya tetapi Nabi berbicara berdasarkan wahyu. (QS. An Najm: 3 dan 4). 


๐Ÿ”ธ️Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: 


ูˆَู…َุง ูŠَู†ْุทِู‚ُ ุนَู†ِ ุงู„ْู‡َูˆٰู‰ . ุงِู†ْ ู‡ُูˆَ ุงِู„َّุง ูˆَุญْูŠٌ ูŠُّูˆْุญٰู‰  


"Dan tidaklah yang diucapkannya itu (Al-Qur'an) menurut keinginannya. Tidak lain (Al-Qur'an itu) adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya),"

๐Ÿ“š(QS. An-Najm 53: Ayat: 3-4). 


3. Ijma.

Ijma adalah kesepakatan para ulama. Mereka tidak mungkin bersepakat di atas kedustaan. 


๐Ÿ”ธ️Rasulullaah Shallallaahu'alaihi Wa Sallam bersabda: 


ุฅِู†َّ ุฃُู…َّุชِู‰ ู„َุง ุชَุฌْุชَู…ِุนُ ุนَู„َู‰ ุถَู„ุงَู„َุฉٍ 


“Sesungguhnya umatku tidak akan mungkin bersepakat dalam kesesatan.” 

๐Ÿ“š(HR. Ibnu Majah no. 3950). 


๐Ÿ”น️Ijma' kesepakatan para ulama pasti bersumber dari Al Qur'an dan Hadits. 


๐Ÿ”ธ️Dalil Al Qur'an tentang tayammum. (QS. Al Maidah: 6). 


ูˆَุฅِู†ْ ูƒُู†ْุชُู…ْ ู…َุฑْุถَู‰ ุฃَูˆْ ุนَู„َู‰ ุณَูَุฑٍ ุฃَูˆْ ุฌَุขุกَ ุฃَุญَุฏٌ ู…ِّู†ูƒُู…ْ ู…ِู†َ ุงู„ْุบَุขุฆِุทِ ุฃَูˆْ ู„ุงَู…َุณْุชُู…ُ ุงู„ู†ِّุณَุขุกَ ูَู„َู…ْ ุชَุฌِุฏُูˆุง ู…َุขุกً ูَุชَูŠَู…َّู…ُูˆุง ุตَุนِูŠุฏًุง ุทَูŠِّุจًุง ูَุงู…ْุณَุญُูˆุง ุจِูˆُุฌُูˆู‡ِูƒُู…ْ ูˆَุฃَูŠْุฏِูŠูƒُู…ْ ู…ِู†ْู‡ُ ู…َุงูŠُุฑِูŠْุฏُ ุงู„ู„ู‡ُ ู„ِูŠَุฌْุนَู„َ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ู…ِู†ْ ุญَุฑَุฌٍ ูˆَู„َูƒِู†ْ ูŠُุฑِูŠุฏُ ู„ِูŠُุทَู‡ِّุฑَูƒُู…ْ ูˆَู„ِูŠُุชِู…َّ ู†ِุนْู…َุชَู‡ُ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ู„َุนَู„َّูƒُู…ْ ุชَุดْูƒُุฑُูˆู†َ 


Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih): sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Alloh tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan ni’mat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur. 

๐Ÿ“š (QS. Al-Maidah: 6). 


๐Ÿ”น️Ayat ini turun ketika A'isyah radhiallaahu'anha kehilangan perhiasan kalungnya yang ia pinjam dari saudarinya yaitu Asma' pada saat perang Bani Musthaliq.


๐Ÿ”ธ️Dalil dari Hadits. 


ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠْ ุฐَุฑٍّ ุฃَู†َّ ุฑَุณُูˆْู„َ ุงู„ู„ู‡ِ  ู‚َุงู„َ ุงู„ุตَّุนِูŠْุฏُ ุงู„ุทَّูŠِّุจُ ุทَู‡ُูˆْุฑُ ุงู„ْู…ُุณْู„ِู…ِ ูˆَุฅِู†ْ ู„َู…ْ ูŠَุฌِุฏِ ุงู„ْู…َุงุกَ ุนَุดَุฑَ ุณِู†ِูŠْู†َ 


Dari Abu Dzar bahwasanya Rosululloh shallallaahu'alaihi Wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya tanah yang suci adalah alat bersuci bagi seorang muslim sekalipun dia tidak mendapatkan air sepuluh tahun."

๐Ÿ“š (HR. Nasa’i (321) Tirmidzi (124) Abu Daud (332) Ahmad (5/180). Tirmidzi berkata: “Hadits hasan shohih” dan dishohihkan Ibnu Hibban, Daruqutni, Abu Hatim, Al-Hakim, Dzahabi, Nawawi sebagaimana dalam Irwa’ul Gholil (153) karya Al-Albani). 


๐Ÿ”ธ️Dalil ijma'

Ijma’: Para ulama telah bersepakat tentang disyari’atkkannya tayammum sebagaimana dinukil oleh Imam Abu Muhammad bin Hazm dalam kitabnya Marotibul Ijma’ (hal. 18) dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Majmu’ Fatawa (21/350). 


3️⃣ HIKMAH TAYAMMUM. 


๐Ÿ”น️Islam itu adalah agama yang sangat indah. Tidaklah Allah mensyari'atkan kepada kita sebuah syari'at kecuali terdapat hikmah di dalamnya yang membawa kemashlahatan bagi hamba di dunia dan akhirat.

๐Ÿ”น️Kita terkadang mengetahuinya dan terkadang tidak mengetahuinya karena akal manusia itu sangatlah terbatas maka kewajiban seorang hamba adalah beriman dan pasrah serta tunduk kepada hukum Allah subhanahu Wa Ta'ala.

๐Ÿ”น️Kita harus yakin bahwa semua perintah Allah membawa kebaikan bagi kita dan seluruh larangan Allah pun membawa keburukan bagi kita. 


๐ŸŒป Hikmah tayammum : 


๐Ÿ”ธ️》 Untuk Kemudahan. 


Di sebutkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala di akhir ayat (QS. Al Maidah: 6). 


ู…َุงูŠُุฑِูŠْุฏُ ุงู„ู„ู‡ُ ู„ِูŠَุฌْุนَู„َ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ู…ِู†ْ ุญَุฑَุฌٍ ูˆَู„َูƒِู†ْ ูŠُุฑِูŠุฏُ ู„ِูŠُุทَู‡ِّุฑَูƒُู…ْ ูˆَู„ِูŠُุชِู…َّ ู†ِุนْู…َุชَู‡ُ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ู„َุนَู„َّูƒُู…ْ ุชَุดْูƒُุฑُูˆู†َ

Alloh tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan ni’mat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur. 

๐Ÿ“š (QS. Al-Maidah: 6). 


๐ŸŒŸ Islam itu adalah agama yang mudah, yang membuat sulit itu adalah diri kita sendiri dengan melakukan hal-hal yang tidak di anjurkan oleh agama 

"Sesungguhnya agama ini adalah mudah". 


๐ŸŒปKemudahan Islam ada dua macam :

1. Kemudahan asli.

Semua syariatnya pasti mudah.

Sholat hanya 5 waktu yang awalnya 50.

Puasa yang diwajibkan hanya satu bulan dalam setahun.

Zakat apalagi, mudah sekali  hanya bagi yang mampu.

Dengan syarat nishob (batas ketentuan) dan haul (harta kita telah berputar selama satu tahun).

Apalagi haji hanya diwajibkan satu kali dalam seumur hidup bagi yang mampu menjalankannya.

2. Kemudahan yang bersifat insidental ketika ada sebab.

Islam itu sudah mudah tetapi ketika ada sebab kesulitan maka semakin dipermudah lagi.

๐Ÿ”น️Misalkan hukum asalnya sebelum mengerjakan sholat adalah berwudhu tetapi jika ada kesulitan dikarenakan sakit, tidak ada air maka di perbolehkan untuk tayammum.

Puasa adalah wajib namun bagi yang sakit atau safar diperbolehkan untuk berbuka.

Sholat yang harusnya empat roka'at, jika safar boleh diqashar menjadi dua roka'at saja kecuali sholat maghrib dan sholat shubuh. 


๐Ÿ”ธ️》 Untuk kesucian.

" Akan tetapi Allah menginginkan untuk mensucikan kalian. " 


๐ŸชดKesucian terbagi dua :

1. Kesucian bathin. (Tidak nampak)

Adalah kesucian hati kita dari noda-noda.

Syirik, bid'ah, maksiat, dengki, sombong dsb.

2. Kesucian dzahir. (Nampak)

Adalah kesucian badan, pakaian , tempat tinggal dsb. 


๐Ÿ”ธ️》 Agar kita bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala atas segala nikmatnya.

Manusia itu akan merasakan betapa berharganya nikmat ketika nikmat itu hilang darinya.

๐Ÿ”น️Kita akan merasakan betapa mahalnya sehat ketika kita merasakan sakit. Begitu juga kita akan merasakan betapa mahalnya air saat tidak ada air.


๐ŸชดMenurut penjelasan dari para ulama syukur terbagi tiga :

1. Syukur dengan hati.

Yaitu meyakini  bahwa semua nikmat semata-mata berasal dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala bukan dari kehebatan kita. (QS. An Nahl: 53). 


๐Ÿ”ธ️Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: 


ูˆَู…َุง ุจِูƒُู…ْ ู…ِّู†ْ ู†ّู€ِุนْู…َุฉٍ ูَู…ِู†َ ุงู„ู„ّٰู‡ِ ุซُู…َّ ุงِุฐَุง ู…َุณَّูƒُู…ُ ุงู„ุถُّุฑُّ ูَุงِ ู„َูŠْู‡ِ ุชَุฌْุฆَุฑُูˆْู†َ  


"Dan segala nikmat yang ada padamu (datangnya) dari Allah, kemudian apabila kamu ditimpa kesengsaraan, maka kepada-Nyalah kamu meminta pertolongan."

๐Ÿ“š(QS. An-Nahl 16: Ayat 53) 


2. Syukur dengan lisan.

Yaitu mengucapkan alhamdulillaah memuji Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

3. Syukur dengan anggota badan.

Yaitu kita gunakan fasilitas yang Allah berikan kepada kita untuk beribadah mendekatkan diri kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 


๐Ÿ”ธ️》 Agar kita terus beribadah tidak futur (malas).

Ketika ada udzur kemudian tidak beribadah maka akan menjadikan dia malas.

Biasanya ketika ritme ibadah itu terhenti, maka akan sulit lagi untuk memulainya kembali.

Misalnya libur kajian selama sebulan maka untuk memulai lagi akan terasa berat.

๐ŸŒŸOleh karena itu Allah memerintahkan kita untuk istiqomah dalam beribadah agar tidak futur gugur di tengah jalan. 


๐Ÿ”ธ️》 Agar kita mengingat asal dan akhir kita.

Maksudnya adalah awal kita di ciptakan berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah. (QS. Taha: 55). 


๐Ÿ”ธ️Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: 


ู…ِู†ْู‡َุง ุฎَู„َู‚ْู†ٰูƒُู…ْ ูˆَูِูŠْู‡َุง ู†ُุนِูŠْุฏُูƒُู…ْ ูˆَู…ِู†ْู‡َุง ู†ُุฎْุฑِุฌُูƒُู…ْ ุชَุง ุฑَุฉً ุงُุฎْุฑٰู‰ 


"Darinya (tanah) itulah Kami menciptakan kamu dan kepadanyalah Kami akan mengembalikan kamu dan dari sanalah Kami akan mengeluarkan kamu pada waktu yang lain."

๐Ÿ“š(QS. Ta-Ha 20: Ayat 55). 


๐Ÿ”ธ️Nabi Shallallaahu'alaihi bersabda, 


ุฃَูƒْุซِุฑُูˆุง ุฐِูƒْุฑَ ู‡َุงุฐِู…ِ ุงู„ู„َّุฐَّุงุชِ 


“Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan” 

๐Ÿ“š(HR. An Nasai no. 1824, Tirmidzi no. 2307 dan Ibnu Majah no. 4258 dan Ahmad 2: 292. Hadits ini hasan shahih menurut Syaikh Al Albani). 


4️⃣ KEISTIMEWAAN TAYAMMUM. 


๐Ÿ”น️Tayammum merupakan kekhususan umat Islam yang tidak diberikan kepada umat-umat sebelumnya. 


ูˆَุนَู†ْ ุฌَุงุจِุฑٍ ุฃَู†َّ ุงู„ู†َّุจِูŠَّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู‚َุงู„َ : « ุฃُุนْุทِูŠْุชُ ุฎَู…ْุณًุง ู„َู…ْ ูŠُุนْุทَู‡ُู†َّ ุฃَุญَุฏٌ ู…ِู†َ ุงู„ุฃَู†ْุจِูŠَุงุกِ ู‚َุจْู„ِูŠ ، ู†ُุตِุฑْุชُ ุจِุงู„ุฑُّุนْุจِ ู…َุณِูŠْุฑَุฉَ ุดَู‡ْุฑٍ ، ูˆَุฌُุนِู„َุชْ ู„ِูŠ ุงู„ุฃَุฑْุถُ ู…َุณْุฌِุฏًุง ูˆَุทَู‡ُูˆْุฑًุง ، ูَุฃَูŠُّู…َุง ุฑَุฌُู„ٍ ุฃَุฏْุฑَูƒَุชْู‡ُ ุงู„ุตَّู„ุงَุฉ ُูَู„ْูŠُุตَู„ِّ ، ูˆَุฃُุญِู„َّุชْ ู„ِูŠ ุงู„ุบَู†َุงุฆِู…ُ ، ูˆَู„َู…ْ ุชَุญِู„َّ ู„ِุฃَุญَุฏٍ ู‚َุจْู„ِูŠ ، ูˆَุฃُุนْุทِูŠْุชُ ุงู„ุดَّูَุงุนَุฉُ ، ูˆَูƒَุงู†َ ุงู„ู†َّุจِูŠُّ ูŠُุจْุนَุซُ ุฅِู„َู‰ ู‚َูˆْู…ِู‡ِ ุฎَุงุตَّุฉً ูˆَุจُุนِุซْุชُ ู„ِู„ู†َّุงุณِ ุนَุงู…َّุฉً » . ู…ُุชَّูَู‚ٌ ุนَู„َูŠْู‡ِ . 


Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku dianugerahi lima perkara yang tidak pernah diberikan seorang pun dari Rasul-Rasul sebelumku, yaitu (1) aku diberikan pertolongan dengan takutnya musuh mendekatiku dari jarak sebulan perjalanan, (2) dijadikan bumi bagiku sebagai tempat shalat dan bersuci (untuk tayammum, pen.), maka siapa saja dari umatku yang mendapati waktu shalat, maka hendaklah ia shalat, (3) dihalalkan rampasan perang bagiku dan tidak dihalalkan kepada seorang Nabi pun sebelumku, (4) dan aku diberikan kekuasaan memberikan syafa’at (dengan izin Allah), (5) Nabi-Nabi diutus hanya untuk kaumnya saja sedangkan aku diutus untuk seluruh manusia.” 

๐Ÿ“š(Muttafaqun ‘alaih) (HR. Bukhari, no. 438 dan Muslim, no. 521, 523). 


๐Ÿ”น️Orang-orang di zaman dulu jika mau beribadah harus di tempat-tempat ibadah.

Kita umat Islam tidak harus seperti itu jika tidak menemukan masjid maka di manapun bisa.

Begitupun ketika Allah menjadikan tanah sebagai alat bersuci.

Ini termasuk kekhususan yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad Shallallaahu'alaihi Wa Sallam dan umat Islam yang tidak diberikan kepada umat-umat sebelumnya 


5️⃣HAL-HAL YANG MEMBOLEHKAN TAYAMMUM. 


๐Ÿ”น️Tayammum ini tidak di gunakan setiap waktu kecuali dalam keadaan tertentu saja. 


๐ŸŒปHal-hal yang dibolehkan untuk bertayammum :

1.  Ketika tidak ada air.

Baik saat sedang safar ataupun tidak. 


ุนَู†ْ ุนِู…ْุฑَุงู†َ ุจْู†ِ ุญُุตَูŠْู†ٍ ุฃَู†َّ ุฑَุณُูˆْู„َ ุงู„ู„ู‡ِ  ุฑَุฃَู‰ ุฑَุฌُู„ุงً ู…ُุนْุชَุฒِู„ุงً ู„َู…ْ ูŠُุตَู„ِّ ู…َุนَ ุงู„ْู‚َูˆْู…ِ ูَู‚َุงู„َ ูŠَุง ูَู„ุงَู†ُ ู…َุง ู…َู†َุนَูƒَ ุฃَู†ْ ุชُุตَู„ِّูŠَ ู…َุนَ ุงู„ْู‚َูˆْู…ِ ูَู‚َุงู„َ ูŠَุง ุฑَุณُูˆْู„َ ุงู„ู„ู‡ِ ุฃَุตَุงุจَุชْู†ِูŠْ ุฌَู†َุงุจَุฉٌ ูˆَู„ุงَ ู…َุงุกَ ู‚َุงู„َ ุนَู„َูŠْูƒَ ุจِุงู„ุตَّุนِูŠْุฏِ ูَุฅِู†َّู‡ُ ูŠِูƒْูِูŠْูƒَ

    

๐Ÿ”ธ️Dari ‘Imron bin Hushoin berkata: Kami pernah bersama Rasululloh dalam suatu safar lalu beliau sholat mengimami manusia, tiba-tiba ada seseorang yang menyendiri. Melihatnya, beliau bersabda: “Mengapa engkau tidak ikut sholat?” Jawabnya: “Saya jinabat sedangkan tidak ada air”. Rasululloh bersabda: “Hendaknya engkau (bertayammum) dengan tanah, karena itu mencukupimu”.

๐Ÿ“š (HR. Bukhori (348) Nasa’i (320) Darimi (749) Ahmad (4/434-435) Ibnu Huzaimah dalam Shohihnya (271) dan Ibnu Jarud dalam Al-Muntaqo (122-Ghoutsul makdud). 


๐Ÿ”น️Hadits ini menunjukkan bahwa jika tidak mendapatkan air maka diperbolehkan untuk tayammum. 


2. Orang yang sakit di khawatirkan akan bertambah parah atau tertunda kesembuhannya jika ia menggunakan air. 


๐Ÿ”น️Dalam kasus lain di ceritakan seorang sahabat yang meninggal karena mandi di saat junub ketika sakit. 


๐Ÿ”ธ️Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam marah besar lalu beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa tayammum sudah cukup baginya sebagai ganti mandi wajib. Peristiwa ini diceritakan dalam hadits : 


ุนَู†ْ ุฌَุงุจِุฑٍ ู‚َุงู„َ ุฎَุฑَุฌْู†َุง ูِูŠ ุณَูَุฑٍ ูَุฃَุตَุงุจَ ุฑَุฌُู„ุงً ู…ِู†َّุง ุญَุฌَุฑٌ ูَุดَุฌَّู‡ُ ูِูŠ ุฑَุฃْุณِู‡ِ ุซُู…َّ ุงุญْุชَู„َู…َ ูَุณَุฃَู„َ ุฃَุตْุญَุงุจَู‡ُ ูَู‚َุงู„َ ู‡َู„ْ ุชَุฌِุฏُูˆู†َ ู„ِูŠ ุฑُุฎْุตَุฉً ูِูŠ ุงู„ุชَّูŠَู…ُّู…ِ ูَู‚َุงู„ُูˆุง ู…َุง ู†َุฌِุฏُ ู„َูƒَ ุฑُุฎْุตَุฉً ูˆَุฃَู†ْุชَ ุชَู‚ْุฏِุฑُ ุนَู„َู‰ ุงู„ْู…َุงุกِ ูَุงุบْุชَุณَู„َ ูَู…َุงุชَ ูَู„َู…َّุง ู‚َุฏِู…ْู†َุง ุนَู„َู‰ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุฃُุฎْุจِุฑَ ุจِุฐَู„ِูƒَ ูَู‚َุงู„َ ู‚َุชَู„ُูˆู‡ُ ู‚َุชَู„َู‡ُู…ْ ุงู„ู„َّู‡ُ ุฃَู„َุง ุณَุฃَู„ُูˆุง ุฅِุฐْ ู„َู…ْ ูŠَุนْู„َู…ُูˆุง ูَุฅِู†َّู…َุง ุดِูَุงุกُ ุงู„ْุนِูŠِّ ุงู„ุณُّุคَุงู„ُ ุฅِู†َّู…َุง ูƒَุงู†َ ูŠَูƒْูِูŠู‡ِ ุฃَู†ْ ูŠَุชَูŠَู…َّู…َ 


Dari Jabir Radhiyallahu anhu , beliau berkata, “Kami berangkat dalam satu perjalanan lalu seorang dari kami tertimpa batu dan melukai kepalanya. Kemudian orang itu mimpi “basah”  lalu ia bertanya kepada para sahabatnya, ‘Apakah kalian mendapatkan keringanan bagiku untuk tayammum ?” Mereka menjawab, “Kami memandang kamu tidak mendapatkan keringanan karena kamu mampu menggunakan air.” Lalu ia mandi kemudian meninggal. Ketika kami sampai dihadapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, peristiwa tersebut diceritakan kepada beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Beliau bersabda, “Mereka telah membunuhnya. Semoga Allรขh membalas mereka. Tidakkah mereka bertanya jika tidak mengetahui ? Karena obat dari tidak tahu adalah bertanya. Sesungguhnya dia cukup bertayammum.

๐Ÿ“š (HR Abu Daud dalam sunannya dan dinilai shahih oleh Syaikh al-Albรขni dalam Shahรฎh al-Jรขmi’ , no. 4362). 


3. Apabila air sangat dingin sekali dan dikhawatirkan membahayakan dirinya.

Dan sulit untuk memanaskan air.

    

    ุนَู†ْ ุนَู…ْุฑٍูˆ ุจْู†ِ ุงู„ْุนَุงุตِ ู‚َุงู„َ ุงุญْุชَู„َู…ْุชُ ูِูŠْ ู„َูŠْู„َุฉٍ ุจَุงุฑِุฏَุฉٍ ูِูŠْ ุบَุฒْูˆَุฉِ ุฐَุงุชِ ุงู„ุณَّู„ุงَุณِู„ِ ูَุฃَุดْูَู‚ْุชُ ุฅِู†ِ ุงุบْุชَุณَู„ْุชُ ุฃَู†ْ ุฃَู‡ْู„ِูƒَ ูَุชَูŠَู…َّู…ْุชُ ุซُู…َّ ุตَู„َّูŠْุชُ ุจِุฃَุตْุญَุงุจِูŠْ ุงู„ุตُّุจْุญَ ูَุฐَูƒَุฑُูˆْุง ุฐَู„ِูƒَ ู„ِู„ู†َّุจِูŠِّ  ูَู‚َุงู„َ ูŠَุง ุนَู…ْุฑُูˆ ุตَู„َّูŠْุชَ ุจِุฃَุตْุญَุงุจِูƒَ ูˆَุฃَู†ْุชَ ุฌُู†ُุจٌ ูَุฃَุฎْุจَุฑْุชُู‡ُ ุจِุงู„َّุฐِูŠْ ู…َู†َุนَู†ِูŠْ ู…ِู†َ ุงู„ْุงِุบْุชِุณَุงู„ِ ูˆَู‚ُู„ْุชُ ุฅِู†ِّูŠ ุณَู…ِุนْุชُ ุงู„ู„ู‡َ ูŠَู‚ُูˆْู„ُ ูˆَู„ุงَ ุชَู‚ْุชُู„ُูˆْุง ุฃَู†ْูُุณَูƒُู…ْ ุฅِู†َّ ุงู„ู„ู‡َ ูƒَุงู†َ ุจِูƒُู…ْ ุฑَุญِูŠْู…ًุง ูَุถَุญِูƒَ ุฑَุณُูˆْู„ُ ุงู„ู„ู‡ِ  ูˆَู„َู…ْ ูŠَู‚ُู„ْ ุดَูŠْุฆًุง

    

Dari ‘Amr bin ‘Ash berkata “Aku pernah mimpi basah pada suatu malam yang sangat dingin sekali dalam perang Dzat Salasil, saya khawatir bila saya mandi, saya akan mati karenanya. Maka saya tayammum dan sholat Shubuh bersama para sahabat, tatkala kami datang kepada Rasululloh, para sahabat menceritakan kejadianku. Nabi bersabda: Wahai ‘Amr, benarkah engkau sholat bersama para sahabatmu padahal engkau junub? Maka saya kabarkan kepada beliau suatu yang menghalangiku untuk mandi. Dan saya berkata: Aku mendengar firman Alloh: “Janganlah engkau membunuh diri kalian, sesungguhnya Alloh Maha Penyayang kepada kalian” Sebab itulah saya tayammum kemudian sholat. Rasululloh tertawa dan tidak mengatakan sedikitpun”.

๐Ÿ“š(HR. Abu Daud (334) Ahmad (4/203) Daruqutni dalam  Sunan-nya (1/178) Ibnu Hibban (202) Al-Hakim dalam  Al-Mustadrok (647) Bukhori dalam Shohihnya secara mu’allaq dan dikuatkan Al-Hafidz dalam Fathul Bari 1/603 dan Al-Albani dalam Irwaul Gholil no.154). 


6️⃣ TATACARA TAYAMMUM. 


๐Ÿ”ธ️Secara jelas di terangkan oleh 'Ammar bin Yasir.


ุฌَุงุกَ ุฑَุฌُู„ٌ ุฅِู„َู‰ ุนُู…َุฑَ ุจْู†ِ ุงู„ْุฎَุทَّุงุจِ ูَู‚َุงู„َ ุฅِู†ِّู‰ ุฃَุฌْู†َุจْุชُ ูَู„َู…ْ ุฃُุตِุจِ ุงู„ْู…َุงุกَ . ูَู‚َุงู„َ ุนَู…َّุงุฑُ ุจْู†ُ ูŠَุงุณِุฑٍ ู„ِุนُู…َุฑَ ุจْู†ِ ุงู„ْุฎَุทَّุงุจِ ุฃَู…َุง ุชَุฐْูƒُุฑُ ุฃَู†َّุง ูƒُู†َّุง ูِู‰ ุณَูَุฑٍ ุฃَู†َุง ูˆَุฃَู†ْุชَ ูَุฃَู…َّุง ุฃَู†ْุชَ ูَู„َู…ْ ุชُุตَู„ِّ ، ูˆَุฃَู…َّุง ุฃَู†َุง ูَุชَู…َุนَّูƒْุชُ ูَุตَู„َّูŠْุชُ ، ูَุฐَูƒَุฑْุชُ ู„ِู„ู†َّุจِู‰ِّ – ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… – ูَู‚َุงู„َ ุงู„ู†َّุจِู‰ُّ – ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… – « ุฅِู†َّู…َุง ูƒَุงู†َ ูŠَูƒْูِูŠูƒَ ู‡َูƒَุฐَุง » . ูَุถَุฑَุจَ ุงู„ู†َّุจِู‰ُّ – ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… – ุจِูƒَูَّูŠْู‡ِ ุงู„ุฃَุฑْุถَ ، ูˆَู†َูَุฎَ ูِูŠู‡ِู…َุง ุซُู…َّ ู…َุณَุญَ ุจِู‡ِู…َุง ูˆَุฌْู‡َู‡ُ ูˆَูƒَูَّูŠْู‡ِ 


Ada seseorang mendatangi ‘Umar bin Al Khattab, ia berkata, “Aku junub dan tidak bisa menggunakan air.” ‘Ammar bin Yasir lalu berkata pada ‘Umar bin Khattab mengenai kejadian ia dahulu, “Aku dahulu berada dalam safar. Aku dan engkau sama-sama tidak boleh shalat. Adapun aku kala itu mengguling-gulingkan badanku ke tanah, lalu aku shalat. Aku pun menyebutkan tindakanku tadi pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lantas beliau bersabda, “Cukup bagimu melakukan seperti ini.” Lantas beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mencontohkan dengan menepuk kedua telapak tangannya ke tanah, lalu beliau tiup kedua telapak tersebut, kemudian beliau mengusap wajah dan kedua telapak tangannya.

๐Ÿ“š (HR. Bukhari no. 338 dan Muslim no. 368). 


๐Ÿ”น️Dalam riwayat lain mengatakan bahwa tayammum itu hanya satu kali tepukan saja untuk wajah dan telapak tangan. 


Dalam riwayat lain disebutkan dengan lafadz: 


ุงู„ุชَّูŠَู…ُّู…ُ ุถَุฑْุจَุฉٌ ู„ِู„ْูˆَุฌْู‡ِ ูˆَุงู„ْูƒَูَّูŠْู†ِ 


Tayammum itu satu tepukan untuk wajah dan kedua telapak tangan. 

๐Ÿ“š(HR. Abu Daud (327) Ahmad (4/263) Tirmidzi (144) Darimi (751) Ibnu Huzaimah dalam Shohihnya (266, 267) dan Ibnu Jarud dalam Al-Muntaqo (126) dan dishohihkan oleh Imam Darimi dalam Sunan-nya dan Al-Albani dalam Irwaul Gholil no.161). 


๐Ÿชด Faidah dari hadits di atas adalah : 


1. Tayammum itu bisa untuk hadats kecil dan hadats besar.

(Pendapat mayoritas ulama).

2.  Tayammum itu hanya wajah dan telapak tangan saja.

3.  Tayammum itu hanya satu kali tepukan untuk wajah dan telapak tangan. 


๐Ÿ”น️Bukan dua atau tiga kali tepukan.

Semua riwayat yang menyebutkan dua atau tiga kali tepukan itu tidak ada yang shahih.

Jangan disamakan seperti wudhu.

Tayammum adalah mengusap bukan membasuh

๐Ÿ”น️Kaidah yang disebutkan oleh para ulama yang di sebut dengan mengusap adalah hanya satu kali.

Seperti halnya dalam wudhu ketika mengusap kepala itu hanya satu kali usapan.

๐Ÿ”น️Begitupun ketika mengusap sepatu cukup sekali.

4. Sunnahnya meniup kedua telapak tangan.

5. Mengajarkan kepada kita agar tawadhu dan tidak sombong.

๐Ÿ”น️Wajah itu adalah anggota tubuh yang sangat mulia tetapi saat tayammum diusap dengan tanah, debu, ini menunjukkan kepada kita agar tawadhu di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

๐Ÿ”น️Seperti halnya ketika sujud, manusia menaruh wajahnya di bawah menghinakan dirinya di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 


7️⃣ APAKAH TAYAMMUM WAJIB TERTIB URUTANNYA.

๐Ÿ”ธ️Apakah tayammum itu harus tertib, wajah dahulu kemudian telapak tangan?

Atau kah boleh mendahulukan telapak tangan kemudian wajah. 


๐ŸชดAda perselisihan di kalangan para ulama 


【๐Ÿ”น️Pendapat pertama mengatakan wajib tertib, mendahulukan wajah baru kemudian telapak tangan.

Karena di dalam Al Qur'an yang di dahulukan adalah wajah.

【๐Ÿ”น️Pendapat yang kedua mengatakan tidak wajib tertib.

Karena di sebagian riwayat di sebutkan Nabi Shallallaahu'alaihi Wa Sallam mendahulukan telapak tangan terlebih dahulu.

Pendapat yang mengatakan harus tertib, ini lebih aman karena lebih sesuai dengam Al Qur'an walaupun ini sifatnya hanya keafdhalan saja. 


8️⃣ TAYAMMUM PENGGANTI WUDHU. 


๐Ÿ”น️Posisi tayammum itu adalah pengganti dari wudhu sehingga konsekuensinya hukum asal tayammum menduduki kedudukan wudhu.

Tayammum boleh dipakai untuk sholat wajib ataupun sunnah, sebagai imam ataupun makmum.

๐Ÿ”น️Karena sebagian ulama ada yang berpendapat orang itu kalau bertayammum maka tidak boleh menjadi imam. Maka ini tidak benar ini pendapat yang lemah karena hukum asal tayammum itu sama halnya seperti wudhu.

๐Ÿ”น️Barangsiapa yang melarang maka harus menunjukkan dalil.

Dalam sebuah riwayat Bukhari menyebutkan Ibnu Abbas pernah mengimami sholat padahal beliau tayammum. 


ูˆَุฃَู…َّ ุงุจْู†ُ ุนَุจَّุงุณٍ ูˆَู‡ُูˆَ ู…ُุชَูŠَู…ِّู…ٌ 


๐Ÿ“š (HR. Bukhori secara muallaq, Ibnu Abi Syaibah dan Baihaqi secara bersambung dengan sanad shohih sebagaimana kata Al-Hafidz Ibnu Hajar).

sanad shohih sebagaimana kata Al-Hafidz Ibnu Hajar). Demikian pula taqrir (persetujuan) Nabi kepada sahabat ‘Amr bin Ash yang sholat bersama para sahabat dengan tayammum sebagaimana hadits di atas tadi. Ini merupakan madzhab Abu Hanifah yang dikuatkan oleh imam Syaukani dalam Nailul Author(1/252). 


9️⃣ PEMBATAL TAYAMMUM. 


๐Ÿ”น️Pembatal tayammum sama halnya seperti pembatal wudhu.

Misalkan tidur nyenyak, hadats besar maupun hadats kecil, menyentuh farji dengan syahwat, makan daging unta di tambah kalau hilang uzur yang membolehkan dia tayammum.

Misal yang tadinya sakit tidak bisa terkena air jadi hanya bisa bertayammum kemudian sembuh maka batal tayammumnya.

Atau tidak ada air kemudian akhirnya mendapatkan air maka batal tayammumnya sama seperti batal wudhu. 


1️⃣0️⃣ BOLEHKAH MENGGAULI ISTRI PADAHAL TIDAK ADA AIR. 


๐Ÿ”น️Para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini.

Pendapat yang lebih kuat adalah boleh tidak masalah.

Sebagaimana yang di katakan sahabat Abu Dzar al Ghifari. 


1️⃣1️⃣ BOLEHKAH MEMBELI AIR AGAR BISA BERWUDHU. 


๐Ÿ”น️Ini masalah yang di perselisihkan oleh para ulama.

Pendapat yang lebih kuat wallaahu'alam tergantung kemampuan.

Kalau seorang itu mampu untuk membeli maka hukum asalnya wajib.

Karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala membolehkan tayammum itu jika tidak ada air sedangkan dia masih mampu mendapatkan air. Namun jika tidak mampu membeli maka cukup dengan tayammum saja. 


Wallaahu Ta'ala A'lam


๐Ÿ“ Ika Kartika (@kartikamuslimah)

๐Ÿ‘ค Muroja'ah : Ustadz Yusuf Abu Ubaidah As-Sidawi ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡









 

Jumat, 06 Desember 2024

Larangan-larangan ihram atas laki-laki dan perempuan:

 Sifat-Sifat Umrah Dan Hukum Yang Berkaitan Dengannya

Larangan-larangan dalam ihram

Larangan-larangan ihram atas laki-laki dan perempuan:


Mencukur rambut atau memotong kuku


Memakai wewangian


Memakai pakaian yang sudah terkena za’faron atau wars


Membunuh hewan buruan yang ada di darat, atau membantu orang yang berburu, atau melakukan sebab yang membuat hewan buruan lari dari tempat persembunyiannya.


Akad nikah, berjima’, mengkhitbah/melamar seorang perempuan, dan bersenggama dengan istri disertai syahwat.


Selengkapnya bisa di: https://bimbinganislam.com/sifat-sifat-umrah-dan-hukum-berkaitan-dengannya/

Selasa, 24 September 2024

Sifat Sholat Nabi 

 ๐ŸŽ— Resume Kajian ๐ŸŽ—

Ustadz Yusuf Abu Ubaidah As Sidawi ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡

Tema kajian: Sifat Sholat Nabi karya Syeikh Muhammad bin Shalih Al 'Utsaimin  ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ Part. 4 "

Ahad, 18 Rabi'ul Awwal 1446 H

22 September 2024

MT. Siti Hajar

Masjid Al Mukarromah

➖➖➖➖➖➖➖ ➖ 


ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู… 


๐Ÿ›– RUKUN DAN KEWAJIBAN SHALAT


Mencakup dua hal yaitu rukun shalat dan wajib shalat.


a. Wajib Dalam Shalat.

Adalah yang harus dilakukan dalam shalat dan tidak sah jika meninggalkan secara sengaja tetapi jika lupa harus ditutup dengan sujud sahwi.


b. Rukun dalam sholat.

Adalah harus dilakukan dalam shalat dan tidak sah jika di tinggalkan baik secara sengaja ataupun lupa.

Seandainya lupa tidak cukup hanya dengan sujud sahwi tetapi harus mengulangi rukun yang dia tinggalkan.


๐ŸŒพRUKUN DALAM SHOLAT. 


1️⃣ Berdiri Ketika Mampu. (Hanya dalam shalat wajib saja). 

Jika sakit mendapatkan rukhsah (keringanan). 


๐Ÿ”ธ️ Dari Imran bin Hushain radhiyallahu'anhuma, 


ุนَู†ْ ุนِู…ْุฑَุงู†َ ุจِู†ْ ุญُุตَูŠْู†ٍ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู†ْู‡ُู…َุง ู‚َุงู„َ: ู‚َุงู„َ ู„ِูŠ ุงู„ْู†َّุจูŠُّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ: «ุตَู„ِّ ู‚َุงุฆِู…ุงً، ูَุฅِู†ْ ู„َู…ْ ุชَุณْุชَุทِุนْ ูَู‚َุงุนِุฏุงً، ูَุฅِู†ْ ู„َู…ْ ุชَุณْุชَุทِุนْ ูَุนَู„َู‰ ุฌَู†ْุจٍ»، ุฑَูˆَุงู‡ُ ุงู„ْุจُุฎَุงุฑِูŠ. 


Dari ‘Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadaku, “Shalatlah dengan berdiri. Jika tidak mampu, shalatlah dalam keadaan duduk. Jika tidak mampu, shalatlah dalam keadaan berbaring. Jika tidak mampu, shalatlah dengan isyarat.” 

๐Ÿ“š (HR. Bukhari no. 1117). 


2️⃣ Takbiratul Ihram. 


๐Ÿ”ธ️ Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam mengajarkan shalat yang benar kepadanya dengan bersabda: 


ุฅุฐุง ู‚ُู…ุชَ ุฅู„ู‰ ุงู„ุตَّู„ุงุฉِ ูุฃุณْุจِุบ ุงู„ูˆُุถُูˆุกَ، ุซู… ุงุณْุชู‚ุจู„ ุงู„ู‚ِุจْู„ุฉَ ููƒุจِّุฑ… 


“Jika engkau hendak shalat, ambilah wudhu lalu menghadap kiblat dan bertakbirlah…”

๐Ÿ“š (HR. Bukhari 757, Muslim 397). 


๐Ÿ”น️Ini menunjukkan bahwa takbiratul ihram adalah rukun di dalam sholat.

Berbeda dengan takbir-takbir yang lain diantaranya takbir intiqal yaitu takbir yang di ucapkan ketika berpindah gerakan dalam sholat . 


3️⃣ Membaca Surat Al Fatihah. 


๐Ÿ”ธ️ Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, 


ู„ุง ุตู„ุงุฉَ ู„ู…ู† ู„ู… ูŠู‚ุฑุฃْ ุจูุงุชุญุฉِ ุงู„ูƒุชุงุจِ 


“Tidak sah shalat bagi orang yang tidak membaca surah Al Fatihah."

๐Ÿ“š (HR. Al Bukhari 756, Muslim 394). 


๐Ÿ”น️ Ini menunjukkan bahwa membaca surat Al Fatihah adalah rukun di dalam sholat.

Tidak sah bagi seseorang yang tidak membaca surat Al Fatihah baik dalam shalat wajib ataupun sholat sunnah. 


4️⃣ Ruku'. 


๐Ÿ”ธ️Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: 


ูŠٰูۤ€ุงَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ุงٰู…َู†ُูˆุงุงุฑْูƒَุนُูˆْุง ูˆَุง ุณْุฌُุฏُูˆْุง ูˆَ ุงุนْุจُุฏُูˆْุง ุฑَุจَّูƒُู…ْ ูˆَุง ูْุนَู„ُูˆْุง ุงู„ْุฎَูŠْุฑَ ู„َุนَู„َّูƒُู…ْ ุชُูْู„ِุญُูˆْู†َ 


"Wahai orang-orang yang beriman! Rukuklah, sujudlah, dan sembahlah Tuhanmu; dan berbuatlah kebaikan agar kamu beruntung."

๐Ÿ“š (QS. Al-Hajj 22: Ayat 77). 


๐Ÿ”น️ Ini menunjukkan ruku' di dalam sholat adalah hukumnya wajib. 


๐Ÿ”ธ️Dari Abu Hurairah radhiallahu'anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengingatkan kepada salah seorang shahabat yang melakukan shalat dengan jelek : 


ุซُู…َّ ุงุฑْูƒَุนْ ุญَุชَّู‰ ุชَุทْู…َุฆِู†َّ ุฑَุงูƒِุนًุง 


"Setelah itu, ruku’lah sampai engkau benar-benar ruku’ dengan thuma’nรฎnah."

๐Ÿ“š (HR. Al Bukhari no. 757 dan HR. Muslim no. 397). 


๐Ÿ”น️Para ulama mengatakan bahwa semua yang disebutkan oleh Nabi Shallallaahu'alaihi Wa Sallam kepada orang yang jelek shalatnya itu adalah rukun di dalam sholat. 


5️⃣ Bangkit Dari Ruku' ('itidal).


Dari Abu Hurairah radhiallahu'anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengingatkan kepada salah seorang shahabat yang melakukan shalat dengan jelek: 


ุซُู…َّ ุงุฑْูَุนْ ุญَุชَّู‰ ุชَุนْุชَุฏِู„َ ู‚َุงุฆِู…ًุง 


"Kemudian bangkitlah sampai engkau tegak berdiri."

๐Ÿ“š (HR. Al Bukhari no. 757 dan HR. Muslim no. 397). 


๐Ÿ”น️Ini menunjukkan bahwa bangkit dari ruku' merupakan rukun di dalam sholat. 


6️⃣ Sujud. 


๐Ÿ”ธ️Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: 


ูŠٰูۤ€ุงَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ุงٰู…َู†ُูˆุงุงุฑْูƒَุนُูˆْุง ูˆَุง ุณْุฌُุฏُูˆْุง ูˆَ ุงุนْุจُุฏُูˆْุง ุฑَุจَّูƒُู…ْ ูˆَุง ูْุนَู„ُูˆْุง ุงู„ْุฎَูŠْุฑَ ู„َุนَู„َّูƒُู…ْ ุชُูْู„ِุญُูˆْู†َ 



"Wahai orang-orang yang beriman! Rukuklah, sujudlah, dan sembahlah Tuhanmu; dan berbuatlah kebaikan agar kamu beruntung."

๐Ÿ“š (QS. Al-Hajj 22: Ayat 77). 


๐Ÿ”ธ️Dari Abu Hurairah radhiallahu'anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengingatkan kepada salah seorang shahabat yang melakukan shalat dengan jelek : 


ุซُู…َّ ุงุณْุฌُุฏْ ุญَุชَّู‰ ุชَุทْู…َุฆِู†َّ ุณَุงุฌِุฏًุง 


"Setelah itu sujudlah sampai engkau benar-benar sujud dengan thuma’nรฎnah." 

๐Ÿ“š (HR. Al Bukhari no. 757 dan HR. Muslim no. 397). 


๐Ÿ”น️Ini menunjukkan baik ayat maupun hadits bahwa sujud itu termasuk rukun di dalam sholat. 


7️⃣ Duduk Antara Dua Sujud.


Ini termasuk rukun di dalam shalat. 


๐Ÿ”ธ️Ini pula yang disebutkan dalam sabda Nabi Shallallaahu'alaihi Wa Sallam kepada orang yang jelek shalatnya, 


ุซُู…َّ ุงุฑْูَุนْ ุญَุชَّู‰ ุชَุทْู…َุฆِู†َّ ุฌَุงู„ِุณًุง 


"Kemudian, bangkitlah sampai engkau benar-benar duduk dengan thuma’nรฎnah. 

(HR. Bukhari no. 757 dan HR. Muslim no.397). 


8️⃣ Sujud Kedua.


๐Ÿ”น️Dalam satu raka'at terdapat dua kali sujud.

Baik sujud yang pertama ataupun kedua, dua-duanya adalah rukun dalam sholat 


9️⃣ Tasyahud Akhir.


๐Ÿ”ธ️Ibnu Mas'ud radhiallaahu'anhu berkata bahwa kami dahulu berbicara dalam shalat sebelum di wajibkannya tasyahud.

๐Ÿ”น️Ini menunjukkan bahwa tasyahud itu wajib. 


1️⃣0️⃣ Bersholawat Kepada Nabi Shallallaahu'alahi Wa Sallam Pada Tasyahud Akhir.

๐Ÿ”ธ️Ini pendapat yang masyhur dalam pendapat imam Ahmad bahwa sholawat kepada Nabi Shallallaahu'alaihi Wa Sallam dalam tasyahud akhir adalah rukun.

๐Ÿ”น️Untuk poin ke sepuluh itu ada perselisiham di kalangan para ulama.

Sebagian berpendapat bahwa sholawat kepada Nabi Shallallaahu'alaihi Wa Sallam dalam tasyahud akhir bukan termasuk rukun. 


1️⃣1️⃣ Tertib.


๐Ÿ”น️Dalam gerakan-gerakan sholat harus dilakukan secara berurutan. 


1️⃣2️⃣ Tuma'ninah.


๐Ÿ”น️Tuma'ninah itu artinya tenang, tidak tergesa-gesa sebagaimana yang tadi dalam hadits Nabi Shallallaahu'alaihi Wa Sallam,

Ruku'lah hingga kamu tuma'ninah dalam ruku', sujudlah hingga kamu hingga kamu sujud dengan tuma'ninah, bangkitlah dari ruku' hingga kamu berdiri dengan tuma'ninah dan seterusnya.

Itu menunjukkan bahwa tuma'ninah merupakan rukun dan kewajiban di dalam sholat.

๐Ÿ”น️Maka merupakan kesalahan besar jika melakukan shalat dengan tergesa-gesa.

Terutama yang sering terjadi ketika 'tidal belum tegak berdiri sudah sujud dan ketika duduk antara dua sujud, duduk belum sempurna sudah sujud lagi.

Ini termasuk kesalahan karena sholat tidak tuma'ninah.

Walaupun dia sholat seribu kali maka tidak sah sholatnya.

๐Ÿ”ธ️Sebagaimana dalam hadits Nabi Shallallaahu'alaihi Wa Sallam  menegur orang yang tidak tuma'ninah dalam sholatnya, 


ุงِุฑْุฌِุนْ ูَุตَู„ِّ ูَุฅِู†َّูƒَ ู„َู…ْ ุชُุตَู„ِّ


“Ulangilah shalatmu karena sesungguhnya engkau belum shalat.”

๐Ÿ“š(HR. Bukhari, no. 793 dan Muslim, no. 397).

๐Ÿ“š(HR. An-Nasai, no. 1052. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). 


1️⃣3️⃣ Salam.


Dalam sholat wajib ataupun sunnah diwajibkan untuk salam. 


๐Ÿ”ธ️Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 


ู…ِูْุชَุงุญُ ุงู„ุตَّู„ุงَุฉِ ุงู„ุทُّู‡ُูˆุฑُ ูˆَุชَุญْุฑِูŠู…ُู‡َุง ุงู„ุชَّูƒْุจِูŠุฑُ ูˆَุชَุญْู„ِูŠู„ُู‡َุง ุงู„ุชَّุณْู„ِูŠู…ُ 


“Pembuka shalat adalah bersuci, yang mengharamkan dari perkara di luar shalat adalah ucapan takbir dan yang menghalalkan kembali adalah ucapan salam.” 

๐Ÿ“š (HR. Tirmidzi, no. 238 dan Ibnu Majah, no. 276. Abu ‘Isa mengatakan bahwa hadits ini hasan. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

๐Ÿ”น️Apabila sudah mengucapkan takbiratul ihram, hal-hal yang asalnya boleh jadi tidak boleh kemudian yang memperbolehkannya adalah di tutup dengan salam. 


๐ŸŒพ KEWAJIBAN DALAM SHOLAT. 


1️⃣ Takbiratul Intiqal.

๐Ÿ”น️Adalah takbir-takbir selain takbiratul ihram.

Misalnya takbir untuk ruku', takbir untuk 'tidal, takbir untuk sujud, takbir untuk duduk antara dua sujud dan yang lainnya.

Ini hukumnya  adalah wajib tetapi tidak termasuk rukun sholat.

Kecuali menurut para ulama, takbir yang bukan wajib dan bukan rukun hanya takbir tambahan contohnya takbir dalam sholat Ied itu hukumnya sunnah.

Roka'at pertama tujuh kali takbir dan roka'at kedua lima kali takbir. 


2️⃣ Bertasbih Ketika Ruku' dan Sujud.


Yakni do'a Subhaana Robbiyal 'Adziim dalam ruku' dan do'a Subhaana Robbiyal 'Ala dalam sujud.

Ini hukumnya wajib.


3️⃣ dan 4️⃣ Ucapan Sami'allaahu liman hamidah dan ucapan Robbanaa walakal hamd.

Ini wajib bagi imam dan kalau kita sholat sendirian.

Kalau kita jadi makmum cukup mengucapkan robbanaa walakal hamd  saja, imam yang membaca sami'alloohuliman hamidah.

Sedangkan imam membaca kedua-duanya sama juga kita sholat sendirian. 


5️⃣ Duduk Tasyahud Awal.

Duduk tasyahud awal hukumnya wajib.

Bedakan tasyahud awal dan tasyahud akhir, tasyahud akhir hukumnya rukun dalam sholat sedangkan tasyahud awal hukumnya wajib. 


6️⃣ Memohon Ampunan Kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala Ketika Duduk Antara Dua Sujud. 

Yaitu Robbighfirlii ampunilah aku, ini hukumnya wajib.

Apabila meninggalkannya,sholatnya tidak sah atau batal apabila lupa boleh ditutup dengan sujud sahwi.

Caranya adalah dengan sujud dua kali, bacaannya seperti bacaan ketika sujud.

Sujud sahwi manfaatnya adalah menutup kekurangan dalam shalat dan untuk membuat jengkel atau marah syetan.

Syetan itu tidak menginginkan kita sempurna dalam sholat. 


๐Ÿชต DUA KAIDAH PENTING. 


1️⃣ Sesuai sunnah lebih utama daripada banyaknya amal.

Artinya kita beramal sesuai sunnah walaupun amalnya sedikit itu jauh lebih baik daripada amalnya banyak tetapi tidak sesuai  sunnah.

๐Ÿ”ธ️ Dalam (QS. Al Mulk) 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: 


ูฑู„َّุฐِูŠْ ุฎَู„َู‚َ ุงู„ْู…َูˆْุชَ ูˆَุง ู„ْุญَูŠٰูˆุฉَ ู„ِูŠَุจْู„ُูˆَูƒُู…ْ ุงَูŠُّูƒُู…ْ ุงَุญْุณَู†ُ ุนَู…َู„ًุง ۗ ูˆَู‡ُูˆَ ุงู„ْุนَุฒِูŠْุฒُ ุงู„ْุบَูُูˆْุฑُ  


"Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun,"

๐Ÿ“š (QS. Al-Mulk 67: Ayat 2) 


๐Ÿ”น️Kata para ulama "yang paling baik amalnya" adalah yang paling ikhlas dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shalallaahu'alaihi Wa Sallam.

๐Ÿ”น️Contoh sholat sunnah fajar atau sholat sunnah qobliyah shubuh sebanyak dua roka'at.

Rasulullaah Shallallaahu'alaihi Wa Sallam mencontohkan di raka'at pertama membaca Al Kafirun dan raka'at kedua membaca Al Ikhlas ini lebih utama daripada membaca surat yang panjang. 


2️⃣ Ibadah yang memiliki beberapa versi (pilihan).

Maka boleh dilakukan dengan bervariasi dengan mempraktekan bacaan yang shahih secara bergantian, dengan demikian kita akan mendapatkan banyak faIdah.

FaIdahnya adalah :

a. Menghidupkan sunnah

b. Akan menghidupkan hati (jika hanya sejenis saja,i tu akan hanya menjadi rutinitas sehingga kurang menghadirkan hati)

c. Menghilangkan kebosanan

d. Memberikan pilihan sesuai dengan kondisi, agar semua menjadi ringan. 


๐Ÿชต KHUSYU DI DALAM SHOLAT. 


๐Ÿ”น️Khusyu dalam sholat adalah merupakan ruh inti dalam ibadah terutama ketenangan dengan menghadirkan hati.

๐Ÿ”ธ️Dalam (QS. Al Mukminun: 2)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: 


ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ู‡ُู…ْ ูِูŠْ ุตَู„َุง ุชِู‡ِู…ْ ุฎَุง ุดِุนُูˆْู†َ  


"(yaitu) orang yang khusyuk dalam sholatnya,"

๐Ÿ“š (QS. Al-Mu'minun 23: Ayat 2). 


๐Ÿ”ธ️ Dalam (QS. Al Mukminun: 10)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: 


ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ูŠَุฑِุซُูˆْู†َ ุงู„ْูِุฑْุฏَูˆْุณَ ۗ ู‡ُู…ْ ูِูŠْู‡َุง ุฎٰู„ِุฏُูˆْู†َ 


"(yakni) yang akan mewarisi (Surga) Firdaus. Mereka kekal di dalamnya."

๐Ÿ“š(QS. Al-Mu'minun 23: Ayat 11). 


๐Ÿ”น️Kita berdiri menghadap Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang mengetahui segala sesuatu, mengetahui isi hati kita, yang mendengar ucapan-ucapan kita, melihat perbuatan kita.

Kita hadapkan hati kita sebagaimana kita hadapkan badan kita ke ka'bah rumah Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Karena ketika sholat, kita sedang bermunajat.


๐Ÿ”ธ️Dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu bahwa Rasulullaah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam bersabda: 


ุฅِุฐَุง ูƒَุงู†َ ุฃَุญَุฏُูƒُู…ْ ูِูŠ ุงู„ุตَّู„ุงَุฉِ ูَุฅِู†َّู‡ُ ูŠُู†َุงุฌِูŠ ุฑَุจَّู‡ُ 


"Ketika salah seorang dari kalian sedang mengerjakan shalat maka sesungguhnya (saat itu) dia sedang bermunajat (berkomunikasi/ berbisik-bisik) dengan Rabbnya (Allah Azza wa Jalla)."

๐Ÿ“š  (HR.Bukhari, 1/406 dan Muslim, no. 551). 


๐Ÿ”ธ️Hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallaahu'alaihi Wa Sallam  bersabda, 


ู‚َุงู„َ ุงู„ู„ู‡ُ ุชَุนَุงู„َู‰: ู‚َุณَู…ْุชُ ุงู„ุตَّู„َุงุฉَ ุจَูŠْู†ِูŠ ูˆَุจَูŠْู†َ ุนَุจْุฏِูŠ ู†ِุตْูَูŠْู†ِ، ูˆَู„ِุนَุจْุฏِูŠ ู…َุง ุณَุฃَู„َ، ูَุฅِุฐَุง ู‚َุงู„َ ุงู„ْุนَุจْุฏُ: {ุงู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ِู„َّู‡ِ ุฑَุจِّ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠู†َ} ، ู‚َุงู„َ ุงู„ู„ู‡ُ ุชَุนَุงู„َู‰: ุญَู…ِุฏَู†ِูŠ ุนَุจْุฏِูŠ، ูˆَุฅِุฐَุง ู‚َุงู„َ: {ุงู„ุฑَّุญْู…َู†ِ ุงู„ุฑَّุญِูŠู…ِ}، ู‚َุงู„َ ุงู„ู„ู‡ُ ุชَุนَุงู„َู‰: ุฃَุซْู†َู‰ ุนَู„َูŠَّ ุนَุจْุฏِูŠ، ูˆَุฅِุฐَุง ู‚َุงู„َ: {ู…َุงู„ِูƒِ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ุฏِّูŠู†ِ}، ู‚َุงู„َ: ู…َุฌَّุฏَู†ِูŠ ุนَุจْุฏِูŠ – ูˆَู‚َุงู„َ ู…َุฑَّุฉً ูَูˆَّุถَ ุฅِู„َูŠَّ ุนَุจْุฏِูŠ – ูَุฅِุฐَุง ู‚َุงู„َ: {ุฅِูŠَّุงูƒَ ู†َุนْุจُุฏُ ูˆَุฅِูŠَّุงูƒَ ู†َุณْุชَุนِูŠู†ُ} ู‚َุงู„َ: ู‡َุฐَุง ุจَูŠْู†ِูŠ ูˆَุจَูŠْู†َ ุนَุจْุฏِูŠ، ูˆَู„ِุนَุจْุฏِูŠ ู…َุง ุณَุฃَู„َ، ูَุฅِุฐَุง ู‚َุงู„َ: {ุงู‡ْุฏِู†َุง ุงู„ุตِّุฑَุงุทَ ุงู„ْู…ُุณْุชَู‚ِูŠู…َ ุตِุฑَุงุทَ ุงู„َّุฐูŠู†َ ุฃَู†ْุนَู…ْุชَ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ุบَูŠْุฑِ ุงู„ْู…َุบْุถُูˆุจِ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ูˆَู„َุง ุงู„ุถَّุงู„ِّูŠู†َ} ู‚َุงู„َ: ู‡َุฐَุง ู„ِุนَุจْุฏِูŠ ูˆَู„ِุนَุจْุฏِูŠ ู…َุง ุณَุฃَู„ 


Allah berfirman, “Saya membagi shalat antara diri-Ku dan hamba-Ku menjadi dua. Untuk hamba-Ku apa yang dia minta. 


Apabila hamba-Ku membaca, “Alhamdulillahi rabbil ‘alamin.” 


Allah Ta’ala berfirman, “Hamba-Ku memuji-Ku.” 


Apabila hamba-Ku membaca, “Ar-rahmanir Rahiim.” 


Allah Ta’ala berfirman, “Hamba-Ku mengulangi pujian untuk-Ku.” 


Apabila hamba-Ku membaca, “Maaliki yaumid diin.” 


Apabila hamba-Ku membaca, “Hamba-Ku mengagungkan-Ku.” Dalam riwayat lain, Allah berfirman, “Hamba-Ku telah menyerahkan urusannya kepada-Ku.” 


Apabila hamba-Ku membaca, “Iyyaka na’budu wa iyyaaka nasta’in.” 


Allah Ta’ala berfirman, “Ini antara diri-Ku dan hamba-Ku, dan untuk hamba-Ku sesuai apa yang dia minta.” 


Apabila hamba-Ku membaca, “Ihdinas-Shirathal mustaqiim….dst. sampai akhir surat.” 


Allah Ta’ala berfirman, “Ini milik hamba-Ku dan untuk hamba-Ku sesuai yang dia minta.” 


๐Ÿ“š (HR. Ahmad 7291, Muslim 395 dan yang lainnya). 


๐Ÿ”น️Ibadah seperti ini hanya di dalam sholat saja maka  kita harus menghadirkan hati.

Namun hati kita sering lalai, badan ditempat sholat dan melakukan gerakan tetapi hati dan pikiran melayang kemana-mana.

Kita harus berjuang, ini bukan sesuatu yang mudah karena syetan akan berusaha untuk merusak shalat kita.

Dengan mengingat kembali apa-apa yang tadinya lupa. 


๐Ÿชต KIAT AGAR KHUSYU DALAM SHOLAT. 


1️⃣ Hadir di masjid lebih awal sebelum sholat di mulai bagi laki-laki.


2️⃣ Menghayati apa yang dibaca.

Berusaha untuk memahami maknanya tidak hanya terjemahannya saja.


3️⃣ Tuma'ninah.

Tidak tergesa-gesa sehingga kita betul-betul menikmati sholat.

"Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : 


ูˆَุฌُุนِู„َุชْ ู‚ُุฑَّุฉُ ุนَูŠْู†ِู€ูŠْ ูِู€ูŠ ุงู„ุตَّู„َุงุฉِ 


Dan dijadikan kesenangan hatiku ada dalam shalat. 


4️⃣ Menghilangkan segala gangguan yang menghilangkan kekhusyuan sholat.

Contoh jika makanan sudah terhidang maka lebih baik makan terlebih dahulu atau tidak menahan buang hajat.

Contoh yang lainnya adalah nada dering HP, tulisan-tulisan di baju ,di sarung atau gambar makhluk, cermin dan yang lainnya 


ูˆَู„َู‡ُ: ุนَู†ْ ุนَุงุฆِุดَุฉ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู†ْู‡َุง ู‚َุงู„َุชْ: ุณَู…ِุนْุชُ ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„ู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูŠَู‚ُูˆู„ُ: «ู„ุงَ ุตَู„ุงَุฉَ ุจِุญَุถْุฑَุฉِ ุทَุนَุงู…ٍ، ูˆَู„ุงَ ู‡ُูˆَ ูŠُุฏَุงูِุนُู‡ُ ุงู„ุฃَุฎْุจุซَุงู†ِ». 


Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada shalat ketika makanan telah dihidangkan, begitu pula tidak ada shalat bagi yang menahan buang hajat (kencing atau buang air besar).

๐Ÿ“š (HR. Muslim no. 560)


5️⃣ Ta'awudz.

Berlindung diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dari godaan syetan.

Karena syetan itu paling tidak suka jika kita shalat dengan tenang tuma'ninah dan khusyu. 


๐Ÿชต HUKUM-HUKUM SEPUTAR SHALAT BERJAMAAH. 


Shalat berjamaah termasuk amal ibadah dan ketaatan yang di syariatkan.

Bahkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala menganjurkan sholat berjamaah walaupun dalam kondisi berperang. (QS. An Nisa: 102). 


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: 


ูˆَุงِ ุฐَุง ูƒُู†ْุชَ ูِูŠْู‡ِู…ْ ูَุงَ ู‚َู…ْุชَ ู„َู‡ُู…ُ ุงู„ุตَّู„ٰูˆุฉَ ูَู„ْุชَู‚ُู…ْ ุทَุงุٓฆِูَุฉٌ ู…ِّู†ْู‡ُู…ْ ู…َّุนَูƒَ ูˆَู„ْูŠَุฃْุฎُุฐُูˆْุۤง ุงَุณْู„ِุญَุชَู‡ُู…ْ ۗ ูَุงِ ุฐَุง ุณَุฌَุฏُูˆْุง ูَู„ْูŠَูƒُูˆْู†ُูˆْุง ู…ِู†ْ ูˆَّุฑَุงุٓฆِูƒُู…ْ ۖ ูˆَู„ْุชَุฃْุชِ ุทَุงุٓฆِูَุฉٌ ุงُุฎْุฑٰู‰ ู„َู…ْ ูŠُุตَู„ُّูˆْุง ูَู„ْูŠُุตَู„ُّูˆْุง ู…َุนَูƒَ ูˆَู„ْูŠَุฃْุฎُุฐُูˆْุง ุญِุฐْุฑَู‡ُู…ْ ูˆَุงَ ุณْู„ِุญَุชَู‡ُู…ْ ۚ ูˆَุฏَّ ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ูƒَูَุฑُูˆْุง ู„َูˆْ ุชَุบْูُู„ُูˆْู†َ ุนَู†ْ ุงَุณْู„ِุญَุชِูƒُู…ْ ูˆَุงَ ู…ْุชِุนَุชِูƒُู…ْ ูَูŠَู…ِูŠْู„ُูˆْู†َ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ู…َّูŠْู„َุฉً ูˆَّุง ุญِุฏَุฉً ۗ ูˆَู„َุง ุฌُู†َุง ุญَ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ุงِู†ْ ูƒَุง ู†َ ุจِูƒُู…ْ ุงَ ุฐًู‰ ู…ِّู†ْ ู…َّุทَุฑٍ ุงَูˆْ ูƒُู†ْู€ุชُู…ْ ู…َّุฑْุถٰูۤ‰ ุงَู†ْ ุชَุถَุนُูˆْุۤง ุงَุณْู„ِุญَุชَูƒُู…ْ ۚ ูˆَ ุฎُุฐُูˆْุง ุญِุฐْุฑَูƒُู…ْ ۗ ุงِู†َّ ุงู„ู„ّٰู‡َ ุงَุนَุฏَّ ู„ِู„ْูƒٰูِุฑِูŠْู†َ ุนَุฐَุง ุจًุง ู…ُّู‡ِูŠْู†ًุง 


"Dan apabila engkau (Muhammad) berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu engkau hendak melaksanakan sholat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (sholat) besertamu dan menyandang senjata mereka, kemudian apabila mereka (yang sholat besertamu) sujud (telah menyempurnakan satu rakaat) maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang lain yang belum sholat, lalu mereka sholat denganmu, dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata mereka. Orang-orang kafir ingin agar kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu sekaligus. Dan tidak mengapa kamu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat suatu kesusahan karena hujan atau karena kamu sakit, dan bersiap siagalah kamu. Sungguh, Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu."

๐Ÿ“š (QS. An-Nisa' 4: Ayat 102). 


๐Ÿ”น️Dalam kondisi perang saja di anjurkan sholat berjamaah apalagi dalam kondisi aman.

๐Ÿ”ธ️Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 


ูˆุงู„ุฐูŠ ู†ูุณูŠ ุจูŠุฏู‡ ู„ู‚ุฏ ู‡ู…ู…ุช ุฃู† ุขู…ุฑ ุจุญุทุจ ููŠุญุทุจ ุซู… ุขู…ุฑ ุจุงู„ุตู„ุงุฉ ููŠุคุฐู† ู„ู‡ุง ุซู… ุขู…ุฑ ุฑุฌู„ุง ููŠุคู… ุงู„ู†ุงุณ ุซู… ุฃุฎุงู„ู ุฅู„ู‰ ุฑุฌุงู„ ูุฃุญุฑู‚ ุนู„ูŠู‡ู… ุจูŠูˆุชู‡ู… 


”Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, ingin kiranya aku memerintahkan orang-orang untuk mengumpulkan kayu bakar, kemudian aku perintahkan mereka untuk menegakkan shalat yang telah dikumandangkan adzannya, lalu aku memerintahkan salah seorang untuk menjadi imam, lalu aku menuju orang-orang yang tidak mengikuti sholat jama’ah, kemudian aku bakar rumah-rumah mereka”.

๐Ÿ“š (HR. Bukhari dan Muslim). 


๐Ÿ”ธ️Abdullah Ummi Maktum matanya buta dan rumahnya jauh melewati lembah tidak ada yang menuntun beliau kemudian meminta keringanan untuk tidak hadir ke masjid.

Apakah kamu tidak mendengar adzan? Iya saya mendengarnya wahai Nabi, kata Abdullah Ummi Maktum, maka Nabi bersabda kepadanya: Kalau begitu tetaplah penuhi panggilan sholat. 


๐ŸŒŸJika yang buta saja tidak di beri keringanan apalagi yang sehat.

๐Ÿ”ธ️Ibnu Mas'ud pernah menyatakan tidak ada yang meninggalkan shalat berjamaah kecuali orang yang munafiq.

Ada seorang diantara kami untuk menghadiri sholat berjamaah ini sampai harus di papah di shaff karena sakit  namun semangatnya para sahabat untuk melaksanakan sholat berjamaah di masjid. 


๐ŸŒต MANFAAT SHOLAT BERJAMAAH DI MASJID.


Bisa saling bertemu antara satu dengan yang lainnya sehingga terwujud ukhuwwah persudaraan dan saling membantu. 


๐ŸŒต TANGGUNG JAWAB IMAM DAN MAKMUM. 


Kewajiban imam adalah :

1. Berusaha shalat dengan sempurna.

2. Menata shaff 


Kewajiban makmum adalah :

1. Merapihkan shaff

2. Rapat tidak berjarak

3. Tidak membuat shaff baru sebelum shaff terisi penuh 


๐Ÿ”น️Jika makmum hanya satu orang maka posisi makmum berada di samping kanan imam. 


๐ŸŒตAlasan tidak disyariatkannya menarik orang dari depan mundur ke belakang : 


๐Ÿ”น️Ketika datang kemudian shaff penuh maka biasanya menarik orang ke belakang.

Kata beliau ini termasuk kesalahan karena haditsnya tidak shahih.

๐Ÿ”น️Jika menarik orang dari shaff depan kemudian mundur ke belakang maka  akan membuat kekosongan pada shaff depan tadi padahal di anjurkan untuk merapatkan menutup celah di dalam shaff.

๐Ÿ”น️Dengan menarik orang ke belakang malah kita memundurkannya dari shaff yang paling utama (depan).

๐Ÿ”น️Akan  membuat banyak gerakan yang tidak perlu.

Solusinya adalah sholat sendirian tidak mengapa.

Bertaqwalah kepada Allah semampu kalian. 


๐ŸŒต Bagaimana seorang makmum tidak boleh mendahului imam.

Ini  masalah yang sangat penting karena kita sering jumpai makmum yang mendahului imamnya. 


๐ŸŒตBeliau menyebutkan antara makmum dan imamnya itu ada empat keadaan :


1. Mendahului imam.

Ini hukumnya haram dan Allah mengancamnya dengan  mengubah kepalanya dengan kepala keledai dan ini ancaman yang sangat keras.


2. Gerakannya berbarengan dengan imam.

Ini hukumnya haram.

Jangan kalian ruku' sampai imam ruku'.

3. Ketinggalan jauh dari imam.

4. Yang benar adalah muttaba'ah ( mengikuti) imam.

Artinya imam selesai barulah mengikutinya, dengan tidak mendahului, tidak berbarengan dan tidak ketinggalan.



Wallahu Ta'ala A'lam.


๐Ÿ“ Ika Kartika (@kartikamuslimah)

๐Ÿ‘ค Muroja'ah: Ustadz Yusuf Abu Ubaidah As-Sidawiุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰

Senin, 15 Juli 2024

Puasa Asyura Dapat Menghapus Dosa Satu Tahun yang Telah Lalu

 Jika sesama mnusia  melkukan 1 kslhan, dan prnh brbuat  10 kbikan, mka 10 kbikn ini akn musnah dg 1 kslhn,, tpi bda dgn Allah,, 1th kita mlkukn klshn dpt dihpus dgn ibdh puasa 1hr, jgn lupa bsk selasa puasa asyura dpt mnghpus dosa 1th yg tlh lalu, Hadis Muslim nomor 1162,,


●●●●●●●●●●


Rasulullah tiba dimadinah, beliau mndpti org2 yahudi brpuasa, llu beliau brtnya hr apkh ini, mrk mnjwb 10 muharam (Hari Asyura) yaitu hri ktika Allah mnymltkn Nabi Musa dan mengglamkn firaun, lalu nabi musa brpuasa sbgi wujud sykur, kalo bgitu kata Rasulullah kmi lbh berhak brpuasa dbnding kalian, (hadis Muslim nomor 1130)

Minggu, 23 Juni 2024

Salah satu syari'at Islam yang sangat penting yang harus kita pelajari dan amalkan adalah syariat ibadah sholat

 ๐ŸŽ— Resume Kajian ๐ŸŽ—

Ustadz Yusuf Abu Ubaidah As Sidawi ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡

Tema kajian: Shifat Sholat Nabi karya Syeikh Muhammad bin Shalih Al 'Utsaimin  ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ " (Muqoddimah).

Sabtu, 15 Dzulhijjah 1445 H

22 Juni 2024

MT. Siti Hajar

Masjid Al Mukarromah

➖➖➖➖➖➖➖ ➖ 


ุงู„ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…



๐Ÿ”น️Salah satu syari'at Islam yang sangat penting yang harus kita pelajari dan amalkan adalah syariat ibadah sholat. 


๐ŸชดAda 2 alasan penting mengapa kita harus membahas fiqih sholat:

•》 Karena pentingnya sholat.

Kedudukan sholat yang begitu besar.

•》 Banyaknya kaum muslimin yang meremehkan sholat.

Padahal ini adalah ibadah harian.

Masih banyak yang melakukan kesalahan-kesalahan di dalam sholat. 


1️⃣ DEFINISI SHOLAT SECARA BAHASA DAN ISTILAH. 


๐Ÿชด Sholat secara bahasa artinya adalah do'a. 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: 


 ูˆَุตَู„ِّ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ۗ 


"Dan berdoalah untuk mereka"

๐Ÿ“š(QS. At-Taubah 9: Ayat 103) 


๐Ÿชด Sholat secara istilah adalah ibadah yang memiliki ucapan dan perbuatan khusus, diawali dengan takbiratul ihram dan ditutup dengan salam. 


2️⃣ KAPAN DAN DI MANA DI WAJIBKAN SHOLAT. 


๐Ÿ”น️Shalat 5 waktu diwajibkan sebelum Nabi Shallallaahu'alaihi Wa Sallam hijrah dari Mekkah ke Madinah yaitu pada malam isra' mi'raj (satu tahun sebelum hijrah). 


๐Ÿ”น️Mulanya shalat diwajibkan 50 kali sehari semalam.

Kemudian Nabi Shallallaahu'alaihi Wa Sallam bertemu dengan Nabi Musa Alaihissalam, beliau menyarankan kepada Nabi Muhammad untuk meminta keringanan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Yang akhirnya ditetapkan menjadi 5 kali sehari semalam.

Semua awalnya dua raka'at-dua roka'at kecuali maghrib.

Setelah Rasululullah hijrah ke Madinah barulah sholat dzhuhur dan ashar menjadi masing-masing empat roka'at.

Adapun saat safar tetap pada asalnya yaitu dua roka'at. 


3️⃣ URGENSI SHOLAT. 


๐Ÿ”น️Sholat adalah amalan yang memiliki kedudukan tinggi di dalam Islam. 


๐ŸชดDiantara yang menunjukkan pentingnya sholat adalah:


1.  Sholat adalah termasuk dalam rukun Islam. 


ุจُู†ِูŠَ ุงู„ْุฅِุณْู„َุงู…ُ ุนَู„َู‰ ุฎَู…ْุณٍ ุดَู‡َุงุฏَุฉِ ุฃَู†ْ ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุฃَู†َّ ู…ُุญَู…َّุฏًุง ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุฅِู‚َุงู…ِ ุงู„ุตَّู„َุงุฉِ ูˆَุฅِูŠุชَุงุกِ ุงู„ุฒَّูƒَุงุฉِ ูˆَุงู„ْุญَุฌِّ ูˆَุตَูˆْู…ِ ุฑَู…َุถَุงู†َ 


Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Islam dibangun di atas lima (tonggak): Syahadat Laa ilaaha illa Allah dan (syahadat) Muhammad Rasulullah, menegakkan shalat, membayar zakat, hajji, dan puasa Ramadhan”.

๐Ÿ“š [HR Bukhari, no. 8 dan Muslim]. 


๐Ÿ”น️Bangunan itu tidak akan tegak tanpa pondasi yang kuat.

Kata Rasulullaah Shallallaahu'alaihi Wasallam , puncaknya perkara itu adalah islam tiangnya adalah sholat. 


2. Allah mewajibkan shalat di atas langit langsung tanpa perantara Jibril

Yaitu dalam peristiwa isra dan mi'raj.

Sedangkan syari'at yang lainnya di sampaikannya di bumi melalui perantara malaikat Jibril. 


๐Ÿ”น️Tetapi khusus untuk perintah sholat, Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengangkat Nabi-Nya ke atas langit bahkan dekat dengan Allah di sidratul muntaha. 


๐Ÿชด2 faedah aqidah dalam peristiwa isra mi'raj adalah : 


1.  Keyakinan bahwa Allah itu berada di atas 'Arasy.

2. Allah mewajibkan sholat di malam yang paling berharga yaitu peristiwa isra mi'raj.

Ini menunjukkan betapa pentingnya sholat. 


๐ŸชดHal-hal yang menunjukkan istimewanya ibadah sholat :

- Allah wajibkan di malam istimwa Isra Miraj

- Allah wajibkan di langit

- Tanpa perantara langsung dari Allah 

- Pertama di wajibkannya sholat adalah 50 kali



3. Banyaknya ayat dalam Al Qur'an dan hadits tentang sholat.

Dalam Al Qur'an terdapat sekitar 100 ayat tentang sholat.


4. Allah mewajibkannya bersuci ketika sholat.

Suci dari kotoran batin (riya', cinta dunia) maupun dzahir yang nampak (bersih pakaian, badan dan tempat sholat). 


4️⃣ KEUTAMAAN SHOLAT DAN FAEDAH SHOLAT. 


๐ŸชดKeutamaan sholat : 


1. Allah menyebutkan bahwa shalat itu adalah sifat orang-orang yang beriman. (QS. Al mukminun: 1,2,9,10,11).


2. Sholat adalah amalan yang pertama kali hisab. 


ูˆَุนَู†ْ ุฃَุจِูŠ ู‡ُุฑَูŠْุฑَุฉَ – ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู†ْู‡ُ – ، ู‚َุงู„َ : ู‚ุงَู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„ู‡ِ – ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ – : (( ุฅู†َّ ุฃَูˆَّู„َ ู…َุง ูŠُุญَุงุณَุจُ ุจِู‡ِ ุงู„ุนَุจْุฏُ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ู‚ِูŠَุงู…َุฉِ ู…ِู†ْ ุนَู…َู„ِู‡ِ ุตَู„ุงَุชُู‡ُ ، ูَุฅู†ْ ุตَู„ُุญَุชْ ، ูَู‚َุฏْ ุฃูْู„َุญَ ูˆุฃَู†ْุฌَุญَ ، ูˆَุฅู†ْ ูَุณَุฏَุชْ ، ูَู‚َุฏْ ุฎَุงุจَ ูˆَุฎَุณِุฑَ ، ูَุฅِู†ِ ุงู†ْุชَู‚َุตَ ู…ِู†ْ ูَุฑِูŠุถَุชِู‡ِ ุดَูŠْุกٌ ، ู‚َุงู„َ ุงู„ุฑَّุจُ – ุนَุฒَّ ูˆَุฌَู„َّ – : ุงُู†ْุธُุฑُูˆุง ู‡َู„ْ ู„ِุนَุจْุฏِูŠ ู…ِู†ْ ุชَุทَูˆُّุนٍ ، ูَูŠُูƒَู…َّู„ُ ู…ِู†ْู‡َุง ู…َุง ุงู†ْุชَู‚َุตَ ู…ِู†َ ุงู„ูَุฑِูŠุถَุฉِ ؟ ุซُู…َّ ุชَูƒُูˆู†ُ ุณَุงุฆِุฑُ ุฃุนْู…َุงู„ِู‡ِ ุนَู„َู‰ ู‡َุฐَุง )) ุฑَูˆَุงู‡ُ ุงู„ุชِّุฑู…ِุฐِูŠُّ ، ูˆَู‚َุงู„َ : (( ุญَุฏِูŠุซٌ ุญَุณَู†ٌ )) 


Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Allah Ta’ala berfirman, ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah.’ Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari shalat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.” 

๐Ÿ“š(HR. Tirmidzi, ia mengatakan hadits tersebut hasan.) 

๐Ÿ“š[HR. Tirmidzi, no. 413 dan An-Nasa’i, no. 466. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih.].


3. Sholat adalah amalan ibadah yang paling utama.

4. Sholat adalah amalan ibadah yang berpahala besar. 


"Tsauban berkata, ‘Aku pernah menanyakan hal yang ditanyakan tadi pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda, 


ุนَู„َูŠْูƒَ ุจِูƒَุซْุฑَุฉِ ุงู„ุณُّุฌُูˆุฏِ ู„ِู„َّู‡ِ ูَุฅِู†َّูƒَ ู„ุงَ ุชَุณْุฌُุฏُ ู„ِู„َّู‡ِ ุณَุฌْุฏَุฉً ุฅِู„ุงَّ ุฑَูَุนَูƒَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุจِู‡َุง ุฏَุฑَุฌَุฉً ูˆَุญَุทَّ ุนَู†ْูƒَ ุจِู‡َุง ุฎَุทِูŠุฆَุฉً 


‘Hendaklah engkau memperbanyak sujud (perbanyak shalat) kepada Allah. Karena tidaklah engkau memperbanyak sujud karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dan menghapuskan dosamu’.” Lalu Ma’dan berkata, “Aku pun pernah bertemu Abu Darda’ dan bertanya hal yang sama. Lalu sahabat Abu Darda’ menjawab sebagaimana yang dijawab oleh Tsauban padaku.”

๐Ÿ“š (HR. Muslim no. 488). 


๐Ÿชด Faedah Sholat : 


1. Penyejuk mata dan penentram jiwa.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 


ูˆَุฌُุนِู„َุชْ ู‚ُุฑَّุฉُ ุนَูŠْู†ِู€ูŠْ ูِู€ูŠ ุงู„ุตَّู„َุงุฉِ 


"Dan dijadikan kesenangan hatiku ada dalam shalat".


2. Penghalang utama dari kemunkaran dan kemaksiatan. (QS. Al Ankabut: 45).

Semakin khusyu , ikhlas dan ittiba sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallaahu'alaihi Wa Sallam semakin menjauhkan diri kita dari kemaksiatan. 


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: 


ุงِู†َّ ุงู„ุตَّู„ٰูˆุฉَ ุชَู†ْู‡ٰู‰ ุนَู†ِ ุงู„ْูَุญْุดَุงุٓกِ ูˆَุง ู„ْู…ُู†ْูƒَุฑِ ۗ 


"Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar."

๐Ÿ“š(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 45). 


3. Akan kuat dalam menghadapi ujian hidup. (QS  Al Baqarah: 45).

Dalam kehidupan pasti mendapatkan kesulitan.

Mintalah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dengan sabar dan sholat. 


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: 


ูˆَุง ุณْุชَุนِูŠْู†ُูˆْุง ุจِุง ู„ุตَّุจْุฑِ ูˆَุง ู„ุตَّู„ٰูˆุฉِ ۗ ูˆَุงِ ู†َّู‡َุง ู„َูƒَุจِูŠْุฑَุฉٌ ุงِู„َّุง ุนَู„َู‰ ุงู„ْุฎٰุดِุนِูŠْู†َ  


"Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Dan (sholat) itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,"

๐Ÿ“š(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 45). 


4. Menjadi cahaya dan kunci keselamatan.

Barangsiapa yang menjaga sholat baginya cahaya dan keselamatan baginya di alam kubur dan hari akhirat . 


5. Membersihkan dosa-dosa. 


"Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 


ุฃَุฑَุฃَูŠْุชُู…ْ ู„َูˆْ ุฃَู†َّ ู†َู‡َุฑًุง ุจِุจَุงุจِ ุฃَุญَุฏِูƒُู…ْ ، ูŠَุบْุชَุณِู„ُ ูِูŠู‡ِ ูƒُู„َّ ูŠَูˆْู…ٍ ุฎَู…ْุณًุง ، ู…َุง ุชَู‚ُูˆู„ُ ุฐَู„ِูƒَ ูŠُุจْู‚ِู‰ ู…ِู†ْ ุฏَุฑَู†ِู‡ِ » . ู‚َุงู„ُูˆุง ู„ุงَ ูŠُุจْู‚ِู‰ ู…ِู†ْ ุฏَุฑَู†ِู‡ِ ุดَูŠْุฆًุง . ู‚َุงู„َ « ูَุฐَู„ِูƒَ ู…ِุซْู„ُ ุงู„ุตَّู„َูˆَุงุชِ ุงู„ْุฎَู…ْุณِ ، ูŠَู…ْุญُูˆ ุงู„ู„َّู‡ُ ุจِู‡َุง ุงู„ْุฎَุทَุงูŠَุง » 


“Tahukah kalian, seandainya ada sebuah sungai di dekat pintu salah seorang di antara kalian, lalu ia mandi dari air sungai itu setiap hari lima kali, apakah akan tersisa kotorannya walau sedikit?” Para sahabat menjawab, “Tidak akan tersisa sedikit pun kotorannya.” Beliau berkata, “Maka begitulah perumpamaan shalat lima waktu, dengannya Allah menghapuskan dosa.” 

๐Ÿ“š(HR. Bukhari no. 528 dan Muslim no. 667)" 


6. Saling mengenal karena bertemu dalam sholat berjamaah. 


5️⃣ PERINGATAN DAN MEREMEHKAN SHOLAT. 


๐Ÿชด Allah mencela orang yang meninggalkan sholat. (QS. Al Ma'un: 5) 


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: 


ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ู‡ُู…ْ ุนَู†ْ ุตَู„َุง ุชِู‡ِู…ْ ุณَุงู‡ُูˆْู†َ  


"(yaitu) orang-orang yang lalai terhadap sholatnya,"

๐Ÿ“š(QS. Al-Ma'un 107: Ayat 5). 


๐Ÿชด Ciri orang yang munafiq adalah malas dalam sholat (QS. An Nisa: 142).

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: 


ุงِู†َّ ุงู„ْู…ُู†ٰูِู‚ِูŠْู†َ ูŠُุฎٰุฏِุนُูˆْู†َ ุงู„ู„ّٰู‡َ ูˆَู‡ُูˆَ ุฎَุง ุฏِุนُู‡ُู…ْ ۚ ูˆَุงِ ุฐَุง ู‚َุง ู…ُูˆْุۤง ุงِู„َู‰ ุงู„ุตَّู„ٰูˆุฉِ ู‚َุง ู…ُูˆْุง ูƒُุณَุง ู„ٰู‰ ۙ ูŠُุฑَุงุٓกُูˆْู†َ ุงู„ู†َّุง ุณَ ูˆَู„َุง ูŠَุฐْูƒُุฑُูˆْู†َ ุงู„ู„ّٰู‡َ ุงِู„َّุง ู‚َู„ِูŠْู„ًุง  


"Sesungguhnya orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allah-lah yang menipu mereka. Apabila mereka berdiri untuk sholat, mereka lakukan dengan malas. Mereka bermaksud riya (ingin dipuji) di hadapan manusia. Dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali."

๐Ÿ“š(QS. An-Nisa' 4: Ayat 142). 


๐Ÿชด Menurut Ibnul Qoyyim rahimahullah, ciri orang-orang yang munafiq dalam sholat itu ada enam :

1. Malas

2. Riya

3. Tidak berdzikir kecuali sedikit

4. Menunda atau mengakhirkan sholat

5. Tergesa-gesa dalam sholatnya.

6. Tidak berjamaah di masjid bagi laki-laki. 


6️⃣ HUKUM MENINGGALKAN SHOLAT. 


Hukum meninggalkan sholat adalah haram dan termasuk dosa besar. 


Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata bahwa meninggalkan sholat itu lebih besar dosanya dari berzina, minum khamr dan lain sebagainya.


๐ŸชดHukum orang meninggalkan sholat terbagi dua : 


1. Mengingkari kewajiban sholat.

Semua para ulama sepakat ini termasuk kafir.

2. Meningggalkan sholat karena malas.

Dia tidak mengingkari bahwa hukum sholat itu wajib, tetapi malas dalam mengerjakannya.

Ada perselisihan  diantara para ulama, sebagian ulama mengatakan ini fasiq dan berdosa besar tetapi tidak mengeluarkannya dari Islam dan sebagiannya mengatakannya kafir. 


๐ŸŒŸAbdullah bin Syaqiq mengatakan para sahabat tidak memandang suatu amalan yang meninggalkannya adalah kekufuran selain sholat. 


Sekedar perselisihan itu saja sudah cukup menjadi peringatan bahwa meninggalkan shalat adalah masalah besar bukan masalah sepeleh.


7️⃣ SYARAT-SYARAT SHOLAT. 


1.  Masuknya waktu (QS. An Nisa: 103). 


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: 


 ุงِู†َّ ุงู„ุตَّู„ٰูˆุฉَ ูƒَุง ู†َุชْ ุนَู„َู‰ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠْู†َ ูƒِุชٰุจًุง ู…َّูˆْู‚ُูˆْุชًุง 


"Sungguh, sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman."

๐Ÿ“š(QS. An-Nisa' 4: Ayat 103). 


2.  Bersuci dari hadats kecil dan hadats besar. 


Cara menghilangkan hadats kecil dengan cara berwudhu.

Cara menghilangkan hadats besar dengan mandi wajib. 


ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠ ู‡ُุฑَูŠْุฑَุฉَ – ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ – ู‚َุงู„َ: ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ – ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… -:ู„ุง ูŠَู‚ْุจَู„ُ ุงู„ู„َّู‡ُ ุตَู„ุงุฉَ ุฃَุญَุฏِูƒُู…ْ ุฅุฐَุง ุฃَุญْุฏَุซَ ุญَุชَّู‰ ูŠَุชَูˆَุถَّุฃَ

ุฃَุญุฏุซَ: ุญุตู„ ู…ู†ู‡ ุงู„ุญุฏุซُ، ูˆู‡ูˆ ุงู„ุฎุงุฑุฌُ ู…ู†ْ ุฃَุญุฏِ ุงู„ุณุจูŠู„ูŠู†ِ ุฃَูˆุบูŠุฑู‡ِ ู…ู†ْ ู†ูˆุงู‚ุถ ุงู„ูˆُุถูˆุกِ 


Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Allah tidaklah menerima shalat salah seorang di antara kalian ketika ia berhadats sampai ia berwudhu.” Ahdatsa berarti muncul hadats yaitu sesuatu yang keluar dari salah satu dari dua jalan atau pembatal wudhu lainnya. 

๐Ÿ“š(HR. Bukhari, no. 6954 dan Muslim, no. 225). 


3. Menjauhi najis. 


Ketika akan sholat bersihkan najis dari badan, pakaian dan tempat sholat. 


Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu’anhu, 


ุฃู†َّ ุฑุณูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนู„ูŠู‡ِ ูˆุณู„َّู…َ ุตู„َّู‰ ูุฎَู„ุนَ ู†َุนู„ูŠู‡ِ ูุฎู„ุนَ ุงู„ู†َّุงุณُ ู†ุนุงู„َู‡ُู… ูู„ู…َّุง ุงู†ุตุฑَู ู‚ุงู„َ: ู„ู…َ ุฎَู„ุนุชُู…ْ ู†ุนุงู„َูƒُู… ؟ ู‚ุงู„ูˆุง: ูŠุง ุฑุณูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ، ุฑุฃูŠู†ุงูƒَ ุฎู„َุนุชَ ูุฎَู„َุนู†ุง ู‚ุงู„َ: ุฅู†َّ ุฌَุจุฑุฆูŠู„َ ุฃุชุงู†ูŠ ูุฃุฎุจุฑَู†ูŠ ุฃู†َّ ุจِู‡ِู…ุง ุฎَุจุซًุง ูุฅุฐุง ุฌุงุกَ ุฃุญุฏُูƒُู…ُ ุงู„ู…ุณุฌِุฏَ ูู„ูŠู‚ู„ِุจ ู†ุนู„ูŠู‡ِ ูู„ูŠู†ุธُุฑ ููŠู‡ู…ุง ุฎุจุซٌ؟، ูุฅู† ูˆุฌุฏَ ููŠู‡ู…ุง ุฎุจุซًุง ูู„ูŠู…ุณَุญู‡ู…ุง ุจุงู„ุฃุฑุถِ، ุซู…َّ ู„ูŠุตู„ِّ ููŠู‡ู…ุง 


“Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam ketika sedang shalat beliau melepas sandalnya. Maka para makmum pun melepas sandal mereka. Ketika selesai shalat Nabi bertanya, ‘mengapa kalian melepas sandal-sandal kalian?’ Para sahabat menjawab, ‘wahai Rasulullah, kami melihat engkau melepas sandal, maka kami pun mengikuti engkau.’ ‘(Adapun aku,) sesungguhnya Jibril mendatangiku dan mengabarkanku bahwa pada kedua pasang sandalku terdapat najis. Maka jika salah seorang dari kalian mendatangi masjid, hendaknya ia lihat bagian bawahnya apakah terdapat najis Jika ada maka usapkan sandalnya ke tanah, lalu shalatnya menggunakan keduanya"

๐Ÿ“š(HR. Al-Hakim 1/541, Abu Daud no. 650, Ibnu Hibban no. 2185, Al-Hakim menyatakan shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim, Al-Albani dalam Shahih Abu Daud menyatakan Shahih)." 


4.  Menutup aurat.  (QS. Al A'raf: 31). 


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: 


ูŠٰุจَู†ِูŠْۤ ุงٰุฏَู…َ ุฎُุฐُูˆْุง ุฒِูŠْู†َุชَูƒُู…ْ ุนِู†ْุฏَ ูƒُู„ِّ ู…َุณْุฌِุฏٍ  


"Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid".

๐Ÿ“š(QS. Al-A'raf 7: Ayat 31). 


๐ŸŒฑYang termasuk perhiasan itu ada dua : 


1. Sifatnya wajib (menutup aurat)

2. Memperindah (berhias, memakai pakaian yang rapih dan bersih). 


5.  Menghadap kiblat (QS. Al Baqarah: 150).

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: 


ูˆَู…ِู†ْ ุญَูŠْุซُ ุฎَุฑَุฌْุชَ ูَูˆَู„ِّ ูˆَุฌْู‡َูƒَ ุดَุทْุฑَ ุงู„ْู…َุณْุฌِุฏِ ุงู„ْุญَู€ุฑَุง ู…ِ ۗ ูˆَุญَูŠْุซُ ู…َุง ูƒُู†ْุชُู…ْ ูَูˆَู„ُّูˆْุง ูˆُุฌُูˆْู‡َูƒُู…ْ ุดَุทْุฑَู‡ٗ ۙ


"Dan dari mana pun engkau (Muhammad) keluar, maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja kamu berada, maka hadapkanlah wajahmu ke arah itu".

๐Ÿ“š(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 150). 


๐ŸชดHal-hal yang diperbolehkan sholat tidak menghadap kiblat : 


1. Jika tidak bisa menghadap kiblat (sakit, situasi atau dalam perang)

2. Ketika sholat sunnah  dalam safar di atas kendaraan

3. Jika tidak tahu arah kiblat. 


6. Niat. 


Sesungguhnya amalan tergantung niat.

Maka tidak sah sholat seseorang tanpa niat.

Perlu di ketahui bahwa niat dalam sholat tidak perlu diucapkan.

Cukup dalam hati saja.

Karena tidak di contohkan Nabi Shallallaahu'alaihi Wa Sallam dan membuat waswas sehingga merepotkan dirinya sendiri. 


Wallahu Ta'ala A'lam.


๐Ÿ“ Ika Kartika (@kartikamuslimah)

๐Ÿ‘ค Ustadz Yusuf Abu Ubaidah As Sidawi ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰



 

Sabtu, 15 Juni 2024

Puasa Arafah :* 9 Dzulhijah 1444 H / 16 Juni 2024 M

 *Jangan Lupa, Besok Puasa Sehari Bisa Menghapus Dosa Dua Tahun*


*Puasa Arafah :*

9 Dzulhijah 1444 H / 16 Juni 2024 M


Diantara amalan utama di awal bulan Dzulhijjah adalah menunaikan puasa Arafah, pada tanggal 9 Dzulhijjah. 


Puasa ini memiliki keutamaan yang semestinya tidak ditinggalkan oleh seorang muslim. 


Puasa ini dilaksanakan oleh kaum muslimin yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji.


Dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


ุตِูŠَุงู…ُ ูŠَูˆْู…ِ ุนَุฑَูَุฉَ ุฃَุญْุชَุณِุจُ ุนَู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฃَู†ْ ูŠُูƒَูِّุฑَ ุงู„ุณَّู†َุฉَ ุงู„َّุชِู‰ ู‚َุจْู„َู‡ُ ูˆَุงู„ุณَّู†َุฉَ ุงู„َّุชِู‰ ุจَุนْุฏَู‡ُ ูˆَุตِูŠَุงู…ُ ูŠَูˆْู…ِ ุนَุงุดُูˆุฑَุงุกَ ุฃَุญْุชَุณِุจُ ุนَู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฃَู†ْ ูŠُูƒَูِّุฑَ ุงู„ุณَّู†َุฉَ ุงู„َّุชِู‰ ู‚َุจْู„َู‡ُ


“Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162)


__________

*Link Bergabung WA Community:*   

https://ketemu.in/wagc-bias-wa

Selasa, 04 Juni 2024

INI ADALAH SHOLAWAT SHAHIH YANG ADA TUNTUNAN NYA DALAM ISLAM

 BISMILLAHIRAHMANIRRAHIM...


✅ INI ADALAH SHOLAWAT SHAHIH  YANG ADA TUNTUNAN NYA DALAM  ISLAM ..✍️


Dan perlu di garis bawahi...

(Dan tidak boleh di iringi #musikharam apalagi dangdutan...

Tidak boleh bersholawat mengganggu tetangga, apalagi orang sekampung) maka beradab lah...


✅๐Ÿ‘‰Lafazh bacaan shalawat yang paling ringkas yang sesuai dengan dalil-dalil yang shahih:


ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ุนَู„َู‰ ู…ُุญَู…َّุฏٍ ูˆَุนَู„َู‰ ุขู„ِ ู…ُุญَู…َّุฏٍ


“Ya Tuhan kami, limpahkanlah shalawat ke atas Nabi Muhammad dan ke atas keluarganya

.” (An Nasa’i: 1292, shahih)


✅Begitu pula dalam hadits yang shahih adalah :


ุงَู„ู„َّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ูˆَุณَู„ِّู…ْ ุนَู„َู‰ ู†َุจِูŠِّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ


Allahumma shollii wa sallim ‘alaa nabiyyinaa Muhammad.


“Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Nabi kami Muhammad) .

(SHAHIH. HR. At-Thabrani melalui dua isnad, keduanya baik. Lihat Majma’ Az-Zawaid 10/120 dan Shahih At- Targhib wat Tarhib 1/273)


✅1)sholawat yang  shahih 

Dari jalan Ka’ab bin ‘Ujrah


ุงู„ู„ู‡ู… ุตู„ ุนู„ู‰ ู…ุญู…ุฏ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ ู…ุญู…ุฏ ูƒู…ุง ุตู„ูŠุช ุนู„ู‰ ุฅุจุฑุงู‡ูŠู… ูˆุนู„ู‰ ุขู„ ุฅุจุฑุงู‡ูŠู… ุฅู†ูƒ ุญู…ูŠุฏ ู…ุฌูŠุฏ ุงู„ู„ู‡ู… ุจุงุฑูƒ ุนู„ู‰ ู…ุญู…ุฏ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ ู…ุญู…ุฏ ูƒู…ุง ุจุงุฑูƒุช ุนู„ู‰ ุฅุจุฑุงู‡ูŠู… ูˆุนู„ู‰ ุขู„ ุฅุจุฑุงู‡ูŠู… ุฅู†ูƒ ุญู…ูŠุฏ ู…ุฌูŠุฏ“


✅Allaahumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa shallaita ‘alaa ibraahiim wa ‘alaa aali ibraahiim innaka hamiidum majiid, Allaahumma baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarokta ‘alaa ibraahiim wa ‘alaa aali ibraahiim innaka hamiidum majiid”

.

✅Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, berkatilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkati Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”

 (HR Al Bukhari dan Muslim)


2)✅Dari jalan Abu Humaid As Saa’diy


ุงู„ู„ู‡ู… ุตู„ ุนู„ู‰ ู…ุญู…ุฏ ูˆุนู„ู‰ ุฃุฒูˆุงุฌู‡ ูˆุฐุฑูŠุชู‡ ูƒู…ุง ุตู„ูŠุช ุนู„ู‰ ุฅุจุฑุงู‡ูŠู… ، ูˆุจุงุฑูƒ ุนู„ู‰ ู…ุญู…ุฏ ูˆุนู„ู‰ ุฃุฒูˆุงุฌู‡ ูˆุฐุฑูŠุชู‡ ูƒู…ุง ุจุงุฑูƒุช ุนู„ู‰ ุฅุจุฑุงู‡ูŠู… ، ุฅู†ูƒ ุญู…ูŠุฏ ู…ุฌูŠุฏ


Allaahumma shalli ‘alaa Muhammadin wa ‘alaa azwaajihi wa dzurriyyatihi kamaa shol laita ‘alaa ibraahiim, wa baarik ‘alaa Muhammadin wa ‘alaa azwaajihi wa dzurriyyatihi kamaa baarokta ‘alaa ibraahiim innaka hamiidum majiid.

“Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada isteri-isteri beliau dan keturunannya, sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada keluarga Ibrahim. Ya Allah, berkatilah Muhammad dan isteri-isteri beliau dan keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberkati keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia.”

 (HR Al Bukhari dan Muslim)


✅3)Dari jalan Abi Mas’ud Al Anshariy


ุงู„ู„ู‡ู… ุตู„ ุนู„ู‰ ู…ุญู…ุฏ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ ู…ุญู…ุฏ ูƒู…ุง ุตู„ูŠุช ุนู„ู‰ ุขู„ ุฅุจุฑุงู‡ูŠู… ูˆุจุงุฑูƒ ุนู„ู‰ ู…ุญู…ุฏ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ ู…ุญู…ุฏ ูƒู…ุง ุจุงุฑูƒุช ุนู„ู‰ ุขู„ ุฅุจุฑุงู‡ูŠู… ููŠ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู† ุฅู†ูƒ ุญู…ูŠุฏ ู…ุฌูŠุฏ


Allaahumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa shol laita ‘alaa aali ibraahiim ,wa baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarokta ‘alaa aali ibraahiim fil ‘aalamiina innaka hamiidum majiid


“Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada keluarga Ibrahim, dan berkatilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkati keluarga Ibrahim atas seluruh alam, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia.”

 (HR Muslim)


✅4Dari jalan Abi Mas’ud, ‘Uqbah bin ‘Amr Al Anshariy (jalan kedua)


ู„ู„ู‡ู… ุตู„ ุนู„ู‰ ู…ุญู…ุฏ ุงู„ู†ุจูŠ ุงู„ุฃู…ูŠ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ ู…ุญู…ุฏ ูƒู…ุง ุตู„ูŠุช ุนู„ู‰ ุฅุจุฑุงู‡ูŠู… ูˆุนู„ู‰ ุขู„ ุฅุจุฑุงู‡ูŠู… ูˆุจุงุฑูƒ ุนู„ู‰ ู…ุญู…ุฏ ุงู„ู†ุจูŠ ุงู„ุฃู…ูŠ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ ู…ุญู…ุฏ ูƒู…ุง ุจุงุฑูƒุช ุนู„ู‰ ุฅุจุฑุงู‡ูŠู… ูˆุนู„ู‰ ุขู„ ุฅุจุฑุงู‡ูŠู… ุฅู†ูƒ ุญู…ูŠุฏ ู…ุฌูŠุฏ


Allaahumma shalli ‘alaa Muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aali Muhammad kamaa shol laita ‘alaa ibraahiim wa ‘alaa aali ibraahiim, wa baarik ‘alaa Muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarokta ‘alaa ibraahiim wa ‘alaa aali ibraahiim innaka hamiidum majiid


✅.“Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad, nabi yang ummi, dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Dan berkatilah Muhammad, nabi yang ummi, sebagaimana Engkau telah memberkati Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia.”

 (HR Abu Dawud no. 981, shahih


✅5)Dari jalan Abi Sa’id Al Khudriy


ุงู„ู„ู‡ู… ุตู„ ุนู„ู‰ ู…ุญู…ุฏ ุนุจุฏูƒ ูˆุฑุณูˆู„ูƒ ูƒู…ุง ุตู„ูŠุช ุนู„ู‰ ุขู„ ุฅุจุฑุงู‡ูŠู… ูˆุจุงุฑูƒ ุนู„ู‰ ู…ุญู…ุฏ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ ู…ุญู…ุฏ ูƒู…ุง ุจุงุฑูƒุช ุนู„ู‰ ุฅุจุฑุงู‡ูŠู…


Allaahumma shalli ‘alaa Muhammadin ‘abdika wa rosuulika kamaa shol laita ‘alaa aali ibraahiim, wa baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarokta ‘alaa ibraahiim.


✅“Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad hamba-Mu dan Rasul-Mu, sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada keluarga Ibrahim. Dan berkatilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkati Ibrahim.” 

(HR Al Bukhari)


✅6)Dari jalan seorang laki2 shabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam


ุงู„ู„ู‡ู… ุตู„ ุนู„ู‰ ู…ุญู…ุฏ ูˆุนู„ู‰ ุฃู‡ู„ ุจูŠุชู‡ ูˆุนู„ู‰ ุฃุฒูˆุงุฌู‡ ูˆุฐุฑูŠุชู‡ ูƒู…ุง ุตู„ูŠุช ุนู„ู‰ ุขู„ ุฅุจุฑุงู‡ูŠู… ุฅู†ูƒ ุญู…ูŠุฏ ู…ุฌูŠุฏ ูˆุจุงุฑูƒ ุนู„ู‰ ู…ุญู…ุฏ ูˆุนู„ู‰ ุฃู‡ู„ ุจูŠุชู‡ ูˆุนู„ู‰ ุฃุฒูˆุงุฌู‡ ูˆุฐุฑูŠุชู‡ ูƒู…ุง ุจุงุฑูƒุช ุนู„ู‰ ุขู„ ุฅุจุฑุงู‡ูŠู… ุฅู†ูƒ ุญู…ูŠุฏ ู…ุฌูŠุฏ


Allaahumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa ahli baitihi wa ‘alaa azwaajihi wa dzurriyyatihi kamaa shallaita ‘alaa aali ibraahiim innaka hamiidum majiid , wa baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa ahli baitihi wa ‘alaa azwaajihi wa dzurriyyatihi kamaa baarokta ‘alaa aali ibraahiim innaka hamiidum majiid.


“Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada ahli baitnya (keluarganya) dan isteri-isterinya dan keturunannya, sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia. Dan berkatilah Muhammad dan kepada ahli bait-nya,isteri-isterinya, dan keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberkati keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia.”

 (HR Ahmad, shahih).


✅7)Dari jalan Abu Hurairah


ุงู„ู„ู‡ู… ุตู„ ุนู„ู‰ ู…ุญู…ุฏ ูˆ ุนู„ู‰ ุขู„ ู…ุญู…ุฏ ูˆุจุงุฑูƒ ุนู„ู‰ ู…ุญู…ุฏ ูˆ ุนู„ู‰ ุขู„ ู…ุญู…ุฏ ูƒู…ุง ุตู„ูŠุช ูˆุจุงุฑูƒุช ุนู„ู‰ ุฅุจุฑุงู‡ูŠู… ูˆุนู„ู‰ ุขู„ ุฅุจุฑุงู‡ูŠู… ุฅู†ูƒ ุญู…ูŠุฏ ู…ุฌูŠุฏ


Allaahumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad wa baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad, kamaa shallaita wa baarokta ‘alaa ibraahiim wa ‘alaa aali ibraahiim innaka hamiidum majiid.


“Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, dan berkatilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah bershalawat dan memberkati Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia.”

 (HR Ath Thahawi dalam Musykil Al Atsar 3/75, An Nasa-i dalam Amalul Yaum wal Lailah no 47, shahih)


✅8)Dari jalan Thalhah bin ‘Ubaidullah


ุงู„ู„ู‡ู… ุตู„ ุนู„ู‰ ู…ุญู…ุฏ ูˆ ุนู„ู‰ ุขู„ ู…ุญู…ุฏ ูƒู…ุง ุตู„ูŠุช ุนู„ู‰ ุฅุจุฑุงู‡ูŠู… ูˆ ุนู„ู‰ ุขู„ ุฅุจุฑุงู‡ูŠู… ุฅู†ูƒ ุญู…ูŠุฏ ู…ุฌูŠุฏ ูˆุจุงุฑูƒ ุนู„ู‰ ู…ุญู…ุฏ ูˆ ุนู„ู‰ ุขู„ ู…ุญู…ุฏ ูƒู…ุง ุจุงุฑูƒุช ุนู„ู‰ ุฅุจุฑุงู‡ูŠู… ูˆ ุขู„ ุฅุจุฑุงู‡ูŠู… ุฅู†ูƒ ุญู…ูŠุฏ ู…ุฌูŠุฏ


Allaahumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa shol laita ‘alaa ibraahiim wa ‘alaa aali ibraahiim innaka hamiidum majiid, wa baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarokta ‘alaa ibraahiim wa aali ibraahiim innaka hamiidum majiid.


“Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada Ibrahim sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia. Dan berkatilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah telah memberkati keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia.”

 (HR Imam Ahmad 1/162, shahih).


#tauhid #sunnah

#salafyindonesia


DAN KEBANYAKAN MANUSIA BENCI PADA KEBENARAN...


Allahu A'lam.


Semoga Allah Ta'ala senantiasa memberi pertolongan dan petunjuk kepada kita semua.

┈•┈•••◎❅❀❀❅◎•••┈•┈

Minggu, 07 April 2024

Metode Penetapan Awal Ramadhan Dan Idul Fithri

 ๐Ÿ“Ž Metode Penetapan Awal Ramadhan Dan Idul Fithri


Yusuf Abu Ubaidah As Sidawi


Awal bulan Romadhon ditentukan dengan dua cara;


Pertama; Terlihatnya hilal bulan Romadhan sekalipun yang melihatnya hanya satu orang yang adil. 


Kedua: Jika hilal tidak terlihat, karena suatu sebab seperti mendung, maka bulan sya’ban digenapkan 30 hari. Berdasarkan hadits Abu Hurairoh, bahwasanya Rasulullah bersabda;


ุตُูˆู…ُูˆุง ู„ِุฑُุคْูŠَุชِู‡ِ ، ูˆَุฃَูْุทِุฑُูˆุง ู„ِุฑُุคْูŠَุชِู‡ِ ، ูَุฅِู†ْ ุบُุจِّู‰َ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ูَุฃَูƒْู…ِู„ُูˆุง ุนِุฏَّุฉَ ุดَุนْุจَุงู†َ ุซَู„ุงَุซِูŠู†َ


Berpuasalah kalian karena melihat hilal, dan berbukalah (berhari raya) karena melihat hilal. Jika awal bulan samar bagi kalian, maka genapkanlah bulan sya’ban hingga tiga puluh hari. (HR. Bukhari Muslim)


Hadits ini menunjukkan bahwa metode dalam penentuan awal puasa Ramadhan adalah dengan terlihatnya hilal. Jika hilal tidak terlihat, maka dengan menyempurnakan bilangan bulan syaban menjadi 30 hari. 


Inilah cara mudah dalam penentuan awal Romadhan yang selayaknya diamalkan oleh seluruh kaum muslimin.  Barangsiapa yang menyangka bahwa dia mengetahui masuknya awal bulan Romadhan dengan cara selain yang telah ditetapkan oleh agama, sungguh dia telah bermaksiat kepada Alloh dan Rosulnya. Seperti orang yang mengatakan wajibnya menggunakan metode hisab dalam penentuan awal Ramadhan, atau wajib berpegang dengan kalender, atau metode melihat matahari, atau mimpi, atau nelpon sams Allah, dan lain sebagainya. 


Maka, yang wajib bagi seluruh kaum muslimin untuk mencukupkan diri dengan apa yang telah disyariatkan oleh Allah dan Rasulnya. 


Dari sinilah, masalah penetapan awal Ramadhan dan hari raya hendaknya mengikuti keputusan pemerintah agar terwujudkan persatuan dan kebersamaan dalam syiar Islam ini dan supaya menutup celah bagi aliran-aliran aneh yang macem-macem di negeri ini.


┈┉┅━━••••━━┅┉┈


๐ŸŒ Website : abiubaidah.com

๐Ÿ“ฑFacebook: FB.com/YusufAbuUbaidah

๐Ÿ’ปYouTube : bit.ly/youtubeYAU

๐Ÿ“ฒInstagram: bit.ly/YAUig

๐Ÿ–ฅTwit: twitter.com/YusufAbuUbaidah

๐Ÿ“ฑTiktok : tiktok.com/@yusufabuubaidah 

๐Ÿ“ŸTelegram: t.me/ilmu20

๐Ÿ“š Ebook: abiubaidah.com/ebook


┈┉┅━━••••━━┅┉┈


Donasi Operasional YAU

| Bank Syariah Indonesia 

| Cab. Cimahi

| Kode Bank 451

| No. Rek 9119-1444-15

| Atas Nama: YAU Operasional


#yau #yusufabuuabiadah #doa #keinginan #citacita #serialdoayau #kumpulandoa #serialhadits #serialhaditsyau #lebaran #idulfitri #idulfitri1445H #caramenentukanlebaran #waktulebaran #silaturahim #ketupat #mudik #pulangkampung

Sabtu, 10 Februari 2024

TATA CARA SHALAT JENAZAH

 ๐Ÿ”Š *MATERI 15 : TATA CARA SHALAT JENAZAH*

๐Ÿ“† Jum'at, 28 Rajab 1445 H/09 Februari 2024 M

๐Ÿ‘ค Ustadz Mu'tashim, Lc., M.A.

๐Ÿ“— Fiqih : Modul 03

๐ŸŒhttps://madeenah.bimbinganislam.com/


•┈┈┈•⊰✿✿⊱•┈┈┈•


_MADEENAH..._

_Belajar Islam dasar, dengan pemahaman yang benar_


ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…

ุงู„ุญู…ุฏู„ู„ู‡ ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆ ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุนุฏ


Para hamba Allah Subhanahu wa Ta'ala yang berbahagia.


Setelah kita mengetahui tentang syarat, rukun dan sunah di dalam shalat jenazah maka kita ingin mengetahui bagaimana tata cara pelaksanaan shalat jenazah tersebut.


Tata-tata Cara Shalat Jenazah


Maka seorang imam atau orang yang shalat sendiri ketika akan shalat jenazah, maka hendaknya dia berdiri sejajar dengan kepala si mayit apabila mayit ini adalah laki-laki, sedangkan apabila mayatnya itu perempuan maka dia berada sejajar di tengah tubuh wanita tersebut. Hal ini sebagaimana yang Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam lakukan sebagaimana yang diriwayatkan oleh Anas radhiyallahu ta'ala 'anhu.


Kemudian setelah dia berdiri maka hendaknya dia bertakbiratul ihram kemudian dia berta'awudz setelah dia bertakbir dan membaca bismillah. Setelah itu dia membaca surat Al-Fatihah dalam keadaan tidak dikeraskan walaupun dia melakukan shalat di malam hari.


Kemudian dia bertakbir yang kedua kalinya maka dia membaca shalawat sebagaimana yang dia baca ketika berada di tasyahud, kemudian dia bertakbir lagi yang ketiga dan dia berdoa untuk si mayat dengan doa yang telah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam.


Antara lain doa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Daud, At-Tirmidzi dan yang lainnya.


Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam mengajarkan kepada kita dengan mengatakan,


ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุบْูِุฑْ ู„ِุญَูŠِّู†َุง ูˆَู…َูŠِّุชِู†َุง ูˆَุดَุงู‡ِุฏِู†َุง ูˆَุบَุงุฆِุจِู†َุง ูˆَุตَุบِูŠุฑِู†َุง ูˆَูƒَุจِูŠุฑِู†َุง ูˆَุฐَูƒَุฑِู†َุง ูˆَุฃُู†ْุซَุงู†َุง، ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ู…َู†ْ ุฃَุญْูŠَูŠْุชَู‡ُ ู…ِู†َّุง ูَุฃَุญْูŠِู‡ِ ุนَู„َู‰ ุงู„ุฅِุณْู„ุงَู…ِ، ูˆَู…َู†ْ ุชَูˆَูَّูŠْุชَู‡ُ ู…ِู†َّุง ูَุชَูˆَูَّู‡ُ ุนَู„َู‰ ุงู„ุฅِูŠู…َุงู†ِ


Atau dengan doa lainnya dengan mengatakan,


ุงู„ู„ู‡ُู€ู…ِّ ุงุบْูِู€ุฑْ ู„َู‡ُ ูˆَุงุฑْุญَู…ْู€ู‡ ، ูˆَุนุงูِู‡ِ ูˆَุงุนْูُ ุนَู†ْู€ู‡ ، ูˆَุฃَูƒْู€ุฑِู…ْ ู†ُุฒُู„َู€ู‡ ، ูˆَูˆَุณِّู€ุนْ ู…ُุฏْุฎَู€ู„َู‡ ، ูˆَุงุบْุณِู„ْู€ู‡ُ ุจِุงู„ْู…ู€ุงุกِ ูˆَุงู„ุซَّู€ู„ْุฌِ ูˆَุงู„ْุจَู€ุฑَุฏْ ، ูˆَู†َู‚ِّู€ู‡ِ ู…ِู†َ ุงู„ุฐู†ูˆุจ ูˆุงู„ْุฎุทู€ุงูŠุง ูƒَู…ุง ูŠู†َู€ู‚ّู‰ ุงู„ู€ุซَّูˆْุจ ุงู„ุฃَุจْูŠَู€ุถ ู…ِู†َ ุงู„ุฏَّู†َู€ุณْ ، ูˆَุฃَุจْู€ุฏِู„ْู‡ُ ุฏุงุฑุงً ุฎَู€ูŠْุฑุงً ู…ِู†ْ ุฏุงุฑِู‡ ، ูˆَุฃَู‡ْู„ุงً ุฎَู€ูŠْุฑุงً ู…ِู†ْ ุฃَู‡ْู„ِู€ู‡ ، ูˆَุฒَูˆْุฌَู€ุงً ุฎَู€ูŠْุฑุงً ู…ِู†ْ ุฒَูˆْุฌِู‡ ، ูˆَุฃَุฏْุฎِู€ู„ْู‡ُ ุงู„ْุฌَู€ู†َّุฉ ، ูˆَุฃَุนِู€ุฐْู‡ُ ู…ِู†ْ ุนَุฐุงุจِ ุงู„ู‚َู€ุจْุฑ ุฃูˆ ุนَุฐุงุจِ ุงู„ู†ّู€ุงุฑ


Hadits riwayat Imam Muslim.


Dan tentunya kita menyesuaikan dengan dhamir yang ada ketika ุงู„ู„ู‡ُู€ู…ِّ ุงุบْูِู€ุฑْ ู„َู‡ُ ูˆَุงุฑْุญَู…ْู€ู‡ digunakan untuk mayat laki-laki, apabila mayatnya dua orang dengan menggunakan ุงู„ู„ู‡ُู€ู…ِّ ุงุบْูِู€ุฑْ ู„َู‡ُู…ุง ูˆَุงุฑْุญَู…ْู€ู‡ู…ุง dan seterusnya.


Apabila mayatnya banyak maka dengan,


ุงู„ู„ู‡ُู€ู…ِّ ุงุบْูِู€ุฑْ ู„َู‡ُู… ูˆَุงุฑْุญَู…ْู€ู‡ู… ูˆَุนุงูِู‡ِู… ูˆَุงุนْูُ ุนَู†ْู€ู‡ู…


Apabila mayatnya itu banyak dari perempuan maka dengan mengatakan,


ุงู„ู„ู‡ُู€ู…ِّ ุงุบْูِู€ุฑْ ู„َู‡ُู† ูˆَุงุฑْุญَู…ْู€ู‡ู† ูˆَุนุงูِู‡ِู† ูˆَุงุนْูُ ุนَู†ْู€ู‡ู†


Dan seterusnya.


Apabila kesulitan dalam membedakan dhamir yang ada, bisa dengan menggunakan,


ุงู„ู„ู‡ُู€ู…ِّ ุงุบْูِู€ุฑْ ู„َู‡ُ ูˆَุงุฑْุญَู…ْู€ู‡


Dengan maksud bahwa dhamirnya (kata gantinya) dikembalikan kepada si mayat yang sedang didoakan tersebut.


Apabila mayatnya seorang anak maka dengan membaca,


ุงู„ู„ู‡ู… ุงุฌุนู„ู‡ ุณู„ูุงً ู„ูˆุงู„ุฏูŠู‡، ูˆูุฑุทุงً، ูˆุฃุฌุฑุงً


Kemudian setelah itu dia bertakbir yang keempat dan berhenti sejenak, kemudian dia salam atau dia bisa berdoa dengan doa yang ringan dengan mengatakan misalnya,


ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ู„َุง ุชَุญْุฑِู…ْู†َุง ุฃَุฌْุฑَู‡ُ ูˆَู„َุง ุชَูْุชِู†َّุง ุจَุนْุฏَู‡ُ


Setelah itu kemudian dia salam baik dengan salam satu kali ataupun boleh dengan salam dua kali.


Apabila seseorang tertinggal di dalam shalatnya bersama imam, maka dia masuk bersama imam. Apa yang dia dapatkan kemudian dia membaca sesuai dengan takbir yang dia dapatkan setelah itu, setelah Imam salam maka dia berusaha untuk menyusulnya, menyusul menyempurnakan sampai takbir yang keempat.


Kemudian apabila seseorang itu tertinggal shalatnya setelah mayit itu dikuburkan maka dia diperbolehkan untuk melakukan shalat di atas kuburnya. Hal ini berdasarkan apa yang Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam lakukan di dalam kisah seorang sahabat wanita yang dia biasa membersihkan masjid dan Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam tidak sempat untuk menyalatkannya maka Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam menyalatkannya di atas kuburnya.


Kemudian diperbolehkan bagi seseorang yang tidak mendapatkan mayat tersebut untuk melakukan shalat ghaib apabila diyakini bahwa tidak ada orang yang menyalatkannya, ini sebagaimana sebagian para ulama menyatakan hal ini.


Dan diperbolehkan untuk melakukan shalat ghaib walaupun terlambat sebulan ataupun lebih dari itu, artinya tidak ada batasan waktu keterlambatan dia dimakamkan.


Kemudian pula dalam masalah ini seseorang hendaknya melakukan shalat jenazah terhadap bayi yang gugur yang umurnya lebih dari empat bulan. Apabila kurang dari empat bulan karena mayat belum dimasukkan ruh di dalamnya maka tidak perlu untuk di lakukan shalat jenazah. Artinya apabila lebih dari empat bulan maka dilakukan shalat jenazah dan apabila kurang dari empat bulan maka tidak perlu untuk melakukan shalat jenazah.


Wallahu ta'ala a'lam wa bishshawab.


Semoga bermanfaat.


ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡


•┈┈┈•⊰✿✿⊱•┈┈┈•

Rabu, 07 Februari 2024

SHALAT JENAZAH Bagian 1

 ๐Ÿ”Š *MATERI 13 : SHALAT JENAZAH*

๐Ÿ“† Rabu, 26 Rajab 1445 H/07 Februari 2024 M

๐Ÿ‘ค Ustadz Mu'tashim, Lc., M.A.  

๐Ÿ“— Fiqih : Modul 03

๐ŸŒhttps://madeenah.bimbinganislam.com/


•┈┈┈•⊰✿✿⊱•┈┈┈•


_MADEENAH..._

_Belajar Islam dasar, dengan pemahaman yang benar_


ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…  

ุงู„ุญู…ุฏู„ู„ู‡ ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆ ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุนุฏ 


Pada kesempatan kali ini kita akan membicarakan tentang hal yang berkaitan dengan jenazah dari pengertiannya kemudian hukum memandikan dan tata cara di dalam memandikan jenazah ini 


Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa jenazah adalah mayat yang Allah Subhanahu wa Ta'ala wafatkan sesuai dengan apa yang telah Allah Subhanahu wa Ta'ala tetapkan, dari setiap umur anak manusia. Hal ini untuk mengingatkan kaum muslimin, mengingatkan manusia dengan kematian bahwa manusia akan meninggalkan dunia ini.


Sehingga diperlukan mereka untuk berbekal diri dengan amal shalih, untuk bekal diri dengan kehidupan akhirat dia, dengan bertaubat dari kemaksiatan dia, dan keluar dari kezhaliman yang mungkin pernah dilakukannya. 


Karenanya disunnahkan seseorang itu untuk menengok orang yang sakit, kemudian memberikan, mengingatkan tentang taubat dan wasiah, kemudian apabila seseorang itu dalam keadaan sakaratul maut disunnahkan untuk mentalqinkannya dengan mengatakan (ู„َุง ุฅู„َู‡َ ุฅู„َّุง ุงู„ู„َّู‡ُ)  dengan diarahkan ke arah kiblat dan sebagainya. Kemudian apabila meninggal disunnahkan untuk menutup matanya dan menyegerakan untuk mengurus jenazahnya dan penguburannya. 


Ini semua tentunya berkaitan dengan kehidupan kita sebagai manusia di dunia ini, sehingga dengan kita mengurusi ini semua, maka manusia tersadarkan dan semakin didekatkan dengan apa yang akan dialaminya nanti di akhirat, bahwa kehidupan dunia ini adalah sementara.


Ada beberapa hukum dan hal yang perlu untuk kita pelajari bersama, antara lain berkaitan dengan hukum memandikan mayit dan bagaimana caranya.


▪︎ Hukum dan Cara Memandikan Mayit


Hukum memandikan mayit adalah wajib, hal ini sebagaimana yang Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam perintahkan ketika seorang yang sedang dalam keadaan berihram, kemudian beliau meninggal karena terpelanting dari tunggangannya, maka Rasulullah mengatakan,


ุงุบْุณِู„ُูˆู‡ُ ุจู…َุงุกٍ ูˆَุณِุฏْุฑٍ


"Mandikanlah dengan air dan bidara." (Hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim). 


Begitu pula sabda Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam kepada anaknya Zainab radhiyallahu 'anha dengan mengatakan,


ุงุบْุณِู„ْู†َู‡َุง ุซَู„ุงَุซًุง ุฃَูˆْ ุฎَู…ْุณًุง ุฃَูˆْ ุณَุจْุนًุง


"Maka cucilah (mandikanlah) sebanyak tiga kali  atau lima kali atau tujuh kali." 

 

(Hadits riwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim).


Ini semua tentunya hukum memandikan  adalah fardhu kifayah bagi kaum muslimin untuk memandikan mayat tersebut.


(Hukum memandikan jenazah adalah fardhu kifayah bagi kaum muslimin).


Dan wajib bagi mayat untuk dimandikan kecuali dengan beberapa keadaan yang akan dijelaskan, kemudian


▪️ Cara memandikan jenazah


Bagaimana cara memandikan mayat?


Orang yang memandikan mayat adalah orang yang dipercaya, dia adil, dia mengetahui tentang hukum-hukum dalam cara memandikan mayat. 


Kemudiam hendaknya didahulukan yang memandikan adalah orang yang diwasiatkan oleh si mayat tersebut, kemudian orang-orang atau kerabat-kerabat yang lebih dekat dari si mayat, dari bapaknya kemudian kakeknya, dari anaknya dan tentunya mereka adalah orang-orang yang mengetahui tentang hukum-hukum memandikan mayat. Bila tidak mengetahui maka yang didahulukan adalah mereka orang yang lebih mengetahui tentang hukum memandikan mayat ini. 


Kemudian di dalam memandikan maka tentunya mayat laki-laki dimandikan oleh laki-laki dan mayat perempuan dimandikan oleh perempuan kecuali bagi pasangan suami istri, maka di antara keduanya boleh saling memandikan.


Dan ketika mayatnya adalah anak-anak maka semua boleh memandikan, baik laki-laki ataupun perempuan, apabila mayatnya itu di bawah umur 7 tahun. 


Kemudian hal lain yang perlu untuk kita ketahui.


Maka tidak diperbolehkan seseorang itu memandikan mayat seorang yang kafir, begitu pula tidak diperbolehkan untuk membawa jenazahnya atau mengkafankannya atau menshalatkannya. Walaupun dia adalah bapak atau ibunya, kecuali tentunya dalam keadaan-keadaan darurat yang tidak ada seorang pun yang melakukannya maka dia diperbolehkan untuk melakukan hal tersebut.


Kemudian di dalam cara memandikan disyaratkan bahwa air yang digunakan untuk memandikan ini adalah dia dalam keadaan suci, mubah artinya diperbolehkan untuk dipergunakan untuk memandikan dan ketika memandikan dalam keadaan tertutup bukan dalam keadaan atau ruangan yang terbuka sehingga manusia bisa melihatnya. Tidak dilakukan seperti ini. 


Kemudian tidaklah hadir ditempat itu kecuali orang-orang yang berkaitan dengan memandikan mayat. 


▪️Bagaimana sifat dan cara memandikan mayat?


Antara lain (bisa kita urutkan dari awal),


Hendaknya si mayat ini diletakkan di tempat tidur yang lurus, tidak bergelombang, kemudian hendaknya menutup bagian aurat yang penting di area kemaluannya.


Hendaknya dia melepaskan bajunya kemudian setelah itu orang yang memandikan mengangkat kepala si mayit mendekati keadaan duduknya, kemudian dia mengurut atau memijatkan kedua tangannya di perut si mayit dengan harapan kotoran-kotoran yang ada di perut (si mayit) bisa keluar. Setelah itu baru dibersihkan najis-najis yang keluar tersebut. 


Kemudian yang memandikan mayit dengan sarung tangannya, kemudian dia membaca dengan meniatkan untuk memandikan,  kemudian dia membaca Bismillah dan mewudhukan si mayat sebagaimana wudhu dalam shalat, kecuali dalam berkumur-kumur dan sebagainya cukup untuk membersihkan apa yang ada di mulutnya dan di hidungnya. 


Setelah itu maka, si mayat dimandikan dari arah kepalanya. Kemudian dari jenggotnya dengan menggunakan air bidara dan sabun atau yang misalnya, dimulai dari bagian sebelah kanan kemudian sebelah kiri, baru setelah itu disiramkan kepada keseluruhan badan si mayat 


Disunnahkan bagi yang memandikan dengan memakai sarung tangan, supaya najis tidak mengenainya. Yang wajib dalam memandikan adalah sekali, apabila dia sudah bersih, si mayat itu sudah yakin untuk dibersihkan dengan sekali bilasan.


Dan disunnahkan untuk menyiram atau membilasnya sebanyak 3 kali, walaupun telah didapatkan pada siraman yang pertama itu sudah bersih semua.


Kemudian disunnahkan ketika pada bilasan yang terakhir dengan menggunakan air ูƒุงููˆุฑุงً atau air kapur barus atau wangi-wangian. Setelah selesai semuanya kemudian badan di keringkan dengan handuk, setelah itu disunnahkan untuk membersihkan kuku- kukunya atau dengan merapikan rambutnya, dan bagi wanita disunnahkan untuk mengikat rambutnya kemudian dikuncir, kemudian ditaruh di bagian belakangnya.


Dan bila tidak memungkinkan untuk dimandikan mayat tersebut karena tidak ada air atau karena bagian tubuh yang terbakar dan seterusnya, maka diperbolehkan untuk ditayamumkan dengan menggunakan ุชُุฑَุงุจ (debu)


Kemudian disunnahkan bagi orang yang memandikan mayat mandi setelah dia memandikan mayit tersebut, ini bila memungkinkan, bila tidak maka tidak mengapa.


Siapa yang hendaknya memandikan mayat?


Yang paling utama bagi seseorang yang memandikan mayat adalah mereka yang mengetahui tentang hukum dan sunnahnya memandikan mayat, dari mereka orang-orang yang beriman dan bisa diberikan amanah dengan keadilannya. 


Kemudian mereka, kalau memungkinkan mereka adalah dari keluarganya dan kerabatnya sebagaimana yang dilakukan kepada Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam di mana yang memandikan dan mengurusi kafannya adalah Ali dan keluarganya.


Dan yang paling utama untuk memandikan mayat adalah orang yang diberikan wasiat untuk memandikannya, kemudian bapaknya, kemudian kakeknya, kemudian orang-orang yang paling dekat dari kerabatnya, dari ashabahnya atau orang yang mempunyai hubungan tali rahim atau tali kerabat terhadap si mayat tersebut.


Kemudian diwajibkan bagi orang yang memandikan mayat, bila mayatnya laki-laki adalah yang memandikan laki-laki dan perempuan adalah perempuan yang memandikannya, kecuali pasangan suami-istri. Sebagaimana yang dikatakan oleh Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam kepada Aisyah, 


ู„َูˆْ ู…ِุชِّ ู‚َุจْู„ِูŠ ู„ุบَุณَّู„ْุชُูƒِ ูˆَูƒَูَّู†ْุชُูƒِ


"Apabila kamu mati sebelumku, maka aku akan memandikanmu dan aku akan mengkafanimu."


(Hadits riwayat Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-AlBaniy rahimahullahu ta'ala).


Dan tidak dimandikan seseorang yang mati syahid dalam peperangan sebagaimana yang Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam perintahkan kepasa sahabat yang meninggal pada perang Uhud, sehingga mereka dikafani dengan pakaian mereka dan tidak dimandikan, begitu pula tidak dishalatkan atas mereka, sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Malik dalam kitab Al-Muwaththa'. 


Begitu pula orang yang meninggal karena mati syahid dalam peperangan, maka tidak dikafani, tidak disalati dan dia dikafankan dengan pakaiannya, sebagaimana hadis yang sebelumnya. 


Adapun mayat yang meninggal karena akibat keguguran maka dikatakan, bila dia sudah berumur 4 bulan maka hendaknya mayat Ini dimandikan dan dikafani kemudian dishalatkan. Karena setelah 4 bulan maka dia di anggap sebagai manusia yang bernyawa.


Lalu bagaimana kalau seandainya mayat bayi yang keguguran itu sebelum 4 bulan? Maka tidaklah wajib untuk dilakukan apa yang kita sebutkan tadi, tidak wajib untuk dimandikan, dikafani ataupun dishalatkan. 


Wallahu ta'ala a'lam bishawab.


Semoga bermanfaat. 


ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡ 


•┈┈┈•⊰✿✿⊱•┈┈┈•

Selasa, 30 Januari 2024

TERKAIT JAMAK SHALAT

 ๐Ÿ”Š *MATERI 07 : TERKAIT JAMAK SHALAT*

๐Ÿ“† Selasa, 18 Rajab 1445 H/30 Januari 2024 M

๐Ÿ‘ค Ustadz Mu'tashim, Lc., M.A.

๐Ÿ“— Fiqih : Modul 03

๐ŸŒhttps://madeenah.bimbinganislam.com/


•┈┈┈•⊰✿✿⊱•┈┈┈•


_MADEENAH..._

_Belajar Islam dasar, dengan pemahaman yang benar_


ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…

ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุนุฏ


InsyaAllah pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari tentang Jamak di antara dua shalat.


Ada beberapa hal yang akan kita bahas InsyaAllah, antara lain tentang;


*Disyari'atkan jamak antara dua shalat*


Tentunya ini dibolehkan bagi seseorang untuk menjamak di antara dua shalat sebagaimana yang kita ketahui untuk menggabungkan di antara shalat Zhuhur dengan Ashar, Maghrib dengan Isya di salah satu waktu di antara keduanya.


Hal ini berdasarkan hadits Mu'adz, bahwa Nabi _shallallahu 'alayhi wa sallam_ ketika perang Tabuk. Ketika Rasulullah _shallallahu 'alayhi wa sallam_ bergerak (berjalan) sebelum matahari tergelincir maka Beliau mengakhirkan Zhuhurnya sehingga Beliau menggabungkan antara Zhuhur dengan Ashar di waktu shalat Ashar.


Kemudian apabila Beliau melakukan perjalanan setelah waktu Zhuhur maka Beliau melakukan shalat Zhuhur dan Ashar dengan digabungkan pada waktu shalat Zhuhur kemudian Beliau baru bergerak. Begitu pula yang dilakukan oleh Rasulullah _shallallahu 'alayhi wa sallam_ pada shalat Maghrib dan shalat Isya.


Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, At-Tirmidzi dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albaniy _rahimahullahu ta'ala_.


Ini dilakukan baik ketika seorang musafir di tengah perjalanannya ataupun dia singgah di tempat tertentu. Maka rukhsah ini diperbolehkan untuk dilakukan walaupun yang lebih utama bagi seorang yang singgah dan tidak bergerak di tengah perjalanan, dia tidak menggabungkan shalat yang diqashar tersebut. Artinya dia tetap mengqashar namun dia tidak menggabungkan. Ini lebih utamanya, walaupun seandainya dia ingin menggabungkan karena ada keperluan atau karena dia ingin istirahat, maka diperbolehkan.


Karena Rasulullah _shallallahu 'alayhi wa sallam_ tidak menggabungkan ketika melakukan shalat di Mina. Karena Rasulullah _shallallahu 'alayhi wa sallam_ tinggal di Mina tidak dalam keadaan berjalan di tengah safarnya.


Kemudian diperbolehkan jamak bagi orang yang muqim dan dia dalam keadaan sakit, karena dianggap sebagai sesuatu yang mendapatkan kesulitan sebagaimana Ibnu Abbas _radhiyallahu ta'ala 'anhu_ mengatakan,


ุฌู…ุน ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ - ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ - ุจูŠู† ุงู„ุธู‡ุฑ ูˆุงู„ุนุตุฑ ูˆุงู„ู…ุบุฑุจ ูˆุงู„ุนุดุงุก ุจุงู„ู…ุฏูŠู†ุฉ ู…ู† ุบูŠุฑ ุฎูˆู ูˆู„ุง ู…ุทุฑ~ ูˆููŠ ุฑูˆุงูŠุฉ (ู…ู† ุบูŠุฑ ุฎูˆู ูˆู„ุง ุณูุฑ)


Hadits riwayat Muslim.


Bahwa Rasulullah _shallallahu 'alayhi wa sallam_ menggabungkan di antara shalat Zhuhur dan Ashar, Maghrib dan Isya ketika berada di Madinah tanpa sebab takut ataupun tanpa sebab hujan.


Di dalam riwayat yang lain, "Tanpa sebab ketakutan ataupun dalam keadaan safar."


Tentunya tidak ada sebab kecuali di situ ada udzur sakit, ini yang menjadikan sakit masuk di dalamnya perkara-perkara yang menjadikan dia kesulitan.


Kemudian juga Rasulullah _shallallahu 'alayhi wa sallam_,


ุฃู…ุฑ ุงู„ู…ุณุชุญุงุถุฉ ุจุงู„ุฌู…ุน ุจูŠู† ุงู„ุตู„ุงุชูŠู†


Rasulullah juga menyuruh seorang wanita yang dalam keadaan istihadhah, maka dia disuruh untuk menggabungkan di antara shalat itu karena istihadhah adalah bagian dari penyakit yang ada dalam diri seorang wanita.


Dan dikatakan kepada Ibnu Abbas dalam hadits sebelumnya, kenapa dia melakukan hal tersebut?


ูƒูŠ ู„ุง ูŠُุญุฑِุฌَ ุฃู…َّุชَู‡


Supaya Rasulullah _shallallahu 'alayhi wa sallam_ tidak memberatkan umatnya, sehingga Rasulullah _shallallahu 'alayhi wa sallam_ mencontohkan dan memerintahkan orang yang mendapatkan kesulitan untuk menggabungkan di antara dua shalatnya.


Sehingga siapapun, seseorang yang mendapatkan ู…َุดَู‚َّุฉ atau kesulitan maka dia diperbolehkan untuk menjamaknya.


Misalnya; ketika dalam keadaan hujan yang sangat lebat sehingga bajunya basah, maka ini bagian dari kesulitan yang didapatkan, atau dia dapatkan lumpur yang sangat tebal sehingga dia sulit untuk berjalan, maka ini bagian dari ู…َุดَู‚َّุฉ (kesulitan) atau ada angin yang kencang dan sebagainya, atau hal-hal lain yang dia merasa bahwa dengan jamak ini bisa meringankan urusan dia, maka diperbolehkan menjamak shalatnya selama udzur-udzur tersebut adalah udzur yang mubah dan tidak berbau kemaksiatan.


*Batasan menjamak yang disyari'atkan*


Kemudian kita ingin membicarakan, batasan diperbolehkan atau disyariatkannya untuk dijamak.


Batasan untuk menjamak shalat tentunya sebagaimana yang telah kita pelajari sebelumnya bahwa jamak shalat adalah jamak shalat di antara shalat Zhuhur dan Ashar atau Maghrib dan Isya, baik dia dalam keadaan safar ataupun tidak, selama di situ ada sebab atau udzur maka diperbolehkan untuk menggabungkan di antara ุงู„ุนุดุงุกูŠู† ูˆุงู„ุธู‡ุฑูŠู†.


Artinya dua shalat Isya (Maghrib dan Isya) atau shalat Zhuhur dan shalat Ashar sebagaimana hadits Ibnu Abbas yang telah lampau. Dan ini pun telah dilakukan oleh Abu Bakar, Umar, Utsman dan yang lainnya.


Di antara sebab diperbolehkannya untuk menggabungkan shalat ini karena di situ ada ู…َุดَู‚َّุฉ (kesulitan).


Lalu bagaimana seandainya seseorang tertidur sehingga dia tertinggal beberapa shalat yang ada dari Zhuhur, Ashar, Maghrib, Isya bahkan Subuh dan sebagainya karena tertidur atau karena pingsan dan sebagainya.


Tentunya dia diperbolehkan untuk menggabungkan semuanya pada saat tersebut, tidak hanya terbatas ketika shalat Zhuhur dan Ashar saja atau Maghrib dan Isya saja.Tidak perlu untuk menunggu keesokan harinya untuk menggabungkan, karena Rasulullah _shallallahu 'alayhi wa sallam_ telah mengatakan,


_"Barangsiapa yang tertidur dari shalatnya atau dia lupa maka hendaknya dia menggabungkan shalatnya ketika dia ingat."_


Karenanya dia diperbolehkan untuk menggabungkan atau menjamak shalat-shalat yang tertinggal sebelumnya walaupun itu lebih dari dua shalat.


_Wallahu ta'ala a'lam bishshawab._


Semoga dengan kita mempelajari (shalat) jamak ini kita merasa yakin dan lebih yakin lagi bahwa syari'at Islam adalah syari'at yang memudahkan pemeluknya. Sehingga kita pun bisa benar-benar memuliakan syari'at Islam ini dan berusaha menggunakannya sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah _shallallahu 'alayhi wa sallam._ Juga tidak boleh untuk bermudah-mudahan atau lalai di dalam masalah ini sehingga menggampangkan urusan yang telah Rasulullah _shallallahu 'alayhi wa sallam_ mudahkan.


_Wallahu ta'ala a'lam bishshawab._


Semoga bermanfaat.


ูˆ ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡


•┈┈┈•⊰✿✿⊱•┈┈┈•

Senin, 29 Januari 2024

SHALAT ORANG YANG MEMILIKI UDZUR

 ๐Ÿ”Š *MATERI 05 : SHALAT ORANG YANG MEMILIKI UDZUR*

๐Ÿ“† Jum'at, 14 Rajab 1445 H/26 Januari 2024 M

๐Ÿ‘ค Ustadz Mu'tashim, Lc., M.A.

๐Ÿ“— Fiqih : Modul 03

๐ŸŒhttps://madeenah.bimbinganislam.com/


•┈┈┈•⊰✿✿⊱•┈┈┈•


_MADEENAH..._

_Belajar Islam dasar, dengan pemahaman yang benar_


ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…

ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุนุฏ


Pada kesempatan kali ini kita akan membicarakan tentang shalatnya orang-orang yang mempunyai udzur bagaimana mereka melakukan shalat.


Yang dimaksud orang yang mempunyai udzur adalah orang-orang yang dalam keadaan sakit atau orang dalam keadaan safar. Sehingga mereka tidak bisa berdiri atau mereka dalam keadaan mempunyai sebab dan ketakutan, sehingga mereka tidak bisa menjalankan shalat dalam keadaan sempurna.


Maka orang-orang yang mempunyai sifat seperti ini, syari'at telah memberikan keringanan kepada mereka, sehingga mereka shalat sesuai dengan kemampuan mereka.


Sebagaimana yang Allah _Subhanahu wa Ta'ala_ firmankan,


ู„َุง ูŠُูƒَู„ِّูُ ูฑู„ู„َّู‡ُ ู†َูุۡณًุง ุฅِู„َّุง ูˆُุณุۡนَู‡َุงۚ


Bahwa, _"Allah tidak membebani seseorang, kecuali sesuai dengan kemampuannya."_ (QS. Al-Baqarah: 286).


Dan apa yang Allah firman,


ูَูฑุชَّู‚ُูˆุงْ ูฑู„ู„َّู‡َ ู…َุง ูฑุณุۡชَุทَุนุۡชُู…ۡ


_"Maka bertakwalah kalian kepada Allah sesuai dengan kemampuan kalian."_ (QS. At-Taghabun: 16).


Sehingga setiap didapatkan kesulitan, maka Islam telah memberikan kemudahan bagi dia.


*Tata cara shalat orang sakit*


Lalu bagaimana seorang yang sakit di dalam menjalankan shalatnya? Orang yang dimaksudkan sakit di sini tentunya adalah orang yang sakit badannya, sehingga dia tidak bisa sempurna untuk menjalankan aktifitas atau gerakan-gerakan shalat yang sesuai dengan standar atau apa yang telah diperintahkan kepada dia.


Sehingga bagi orang yang sakit yang tidak mampu untuk berdiri maka diharapkan dia duduk, apabila dia tidak bisa rukuk secara sempurna, maka dia pun bisa menyandarkan tubuhnya ke dinding, ke tongkat atau yang lainnya.


Artinya bahwa dia melakukan sesuai dengan kemampuannya sambil berusaha untuk bisa menyempurnakan sesempurna mungkin, sebisa mungkin posisi gerakan-gerakan yang diperintahkan Allah _Subhanahu wa Ta'ala_.


Apa yang Rasulullah _shallallahu 'alayhi wa sallam_ sabdakan,


ูˆَุฅِุฐَุง ุฃَู…َุฑْุชُูƒُู…ْ ุจِุฃَู…ْุฑٍ ูَุฃْุชُูˆุง ู…ِู†ْู‡ُ ู…َุง ุงุณْุชَุทَุนْุชُู…ْ ‏


_"Apabila kalian diperintahkan dengan suatu perintah, maka lakukanlah sesuai dengan kemampuan kalian."_ (Hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim).


Bila memang tidak mampu untuk duduk maka dia bisa berbaring, sebagaimana sabda Rasulullah _shallallahu 'alayhi wa sallam_,


ุตَู„ِّ ู‚َุงุฆِู…ًุง , ูَุฅِู†ْ ู„َู…ْ ุชَุณْุชَุทِุนْ ูَู‚َุงุนِุฏًุง , ูَุฅِู†ْ ู„َู…ْ ุชَุณْุชَุทِุนْ ูَุนَู„َู‰ ุฌَู†ْุจٍ


_"Maka shalatlah dalam keadaan berdiri apabila tidak mampu maka duduklah, apabila tidak mampu duduk maka dengan berbaring.”_ (Hadits riwayat Imam Al-Bukhari).


Bila ini semua dirasakan masih sulit maka lakukan sesuai dengan kemampuan dia, sebagaimana yang tadi telah dikatakan oleh Allah _Subhanahu wa Ta'ala_,


ูَูฑุชَّู‚ُูˆุงْ ูฑู„ู„َّู‡َ ู…َุง ูฑุณุۡชَุทَุนุۡชُู…ۡ


_"Maka bertakwalah! Jalankan ketaatan kepada Allah sesuai dengan kemampuan kalian."_


Sehingga yang harus dipahami di sini, shalat tidak menjadi gugur dalam keadaan apapun seorang hamba selama dia masih berakal dan sadar untuk melakukan shalat, maka dia harus menjalankan shalat. Walaupun dia shalat dengan menggerakkan isyarat atau dengan memiringkan atau mencondongkan salah satu badan dan sebagainya, dengan kepalanya dan seterusnya.


Maka kewajiban shalat bagi orang yang sakit atau siapapun dia yang masih mempunyai akal untuk dia meniatkan melakukan ibadah shalat dan akalnya mampu untuk mencerna apa yang dia harus lakukan. Maka dia tetap harus menjalankan shalat.


Misalnya ketika seorang yang sedang sakit, shalat dalam keadaan duduk, maka ketika dia rukuk dia mencoba untuk mencondongkan kepalanya, kemudian ketika dia sujud maka sujudnya lebih rendah daripada rukuknya dan sebagainya.


Maka lakukan sesuai dengan kemampuan baik dalam keadaan dia duduk ataupun berbaring atau dalam keadaan tidur dan sebagainya.


Maka dia harus melakukan sesuai dengan kemampuannya.


_Wallahu ta'ala a'lam wa bishawab._


Semoga bermanfaat.


ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡


•┈┈┈•⊰✿✿⊱•┈┈┈•

DALIL SHALAT WAJIB 5 WAKTU DI DALAM AL-QUR'AN DAN AS-SUNNAH

. 1️⃣ Shalat Subuh (ุงู„ูุฌุฑ) ๐Ÿ“– Dalil Al-Qur’an ูˆَู‚ُุฑْุขู†َ ุงู„ْูَุฌْุฑِ ۖ ุฅِู†َّ ู‚ُุฑْุขู†َ ุงู„ْูَุฌْุฑِ ูƒَุงู†َ ู…َุดْู‡ُูˆุฏًุง Artinya: “Dan (dirikanlah) shal...