_📗 Fawaid Hadist Bimbingan Islam_
*🔊 Fawaid Hadist #185 | "Tiga Tingkatan Melawan Penyimpangan"*
عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: «مَا مِنْ نَبِيٍّ بَعَثَهُ اللهُ فِي أُمَّةٍ قَبْلِي إِلَّا كَانَ لَهُ مِنْ أُمَّتِهِ حَوَارِيُّونَ وَأَصْحَابٌ، يَأْخُذُونَ بِسُنَّتِهِ وَيَقْتَدُونَ بِأَمْرِهِ، ثُمَّ إِنَّهَا تَخْلُفُ مِنْ بَعْدِهِمْ خُلُوفٌ يَقُولُونَ مَا لَا يَفْعَلُونَ وَيَفْعَلُونَ مَا لَا يُؤْمَرُونَ، فَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِيَدِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ، وَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِلِسَانِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ، وَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِقَلْبِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ، وَلَيْسَ وَرَاءَ ذَلِكَ مِنَ الإِيمَانِ حَبَّةُ خَرْدَلٍ» رَوَاهُ مُسْلِمٌ. [مسلم (٥٠) (٨٠)]
Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidaklah Allah mengutus seorang nabi pada suatu umat sebelumku, kecuali nabi itu memiliki penolong dan sahabat dari umatnya. Mereka mengambil sunnahnya dan mengikuti perintahnya. Kemudian setelah mereka datanglah generasi pengganti yang buruk. Mereka berkata tapi tidak mengerjakan, dan mengerjakan apa yang tidak diperintahkan. Barangsiapa melawan mereka dengan tangannya maka ia mukmin. Barangsiapa melawan mereka dengan lisannya maka ia mukmin. Barangsiapa melawan mereka dengan hatinya maka ia mukmin. Dan setelah itu tidak ada lagi iman walau sebesar biji sawi.” [HR. Muslim]
*[Penjelasan Kata-Kata Sulit]:*
*"Hawariyyun"*: Penolong yang tulus dan setia.
*"Takhlufu"*: Datang menggantikan setelah mereka.
*"Khuluf"*: Generasi buruk yang datang setelahnya.
*"khardal"*: Biji sawi, kiasan untuk sesuatu yang sangat kecil.
*Pelajaran Penting dari Hadits ini :*
*1. Sahabat adalah sebaik-baik manusia setelah para nabi*
Ini juga bantahan untuk Syi’ah Rafidhah yang mencela sahabat, terutama Abu Bakar dan Umar radhiyallahu ‘anhuma yang merupakan sebaik-baik sahabat Nabi ﷺ.
*2. Orang-orang ikhlas yang terdidik di atas ajaran kenabian adalah yang membawa dakwah Islam*
Mereka yang menerapkan hukum-hukumnya, menghidupkan yang sudah ditinggalkan, dan mengikuti syariatnya.
*3. Dorongan untuk mengingkari kemungkaran dengan berbagai cara sesuai kemampuan*
Baik dengan tangan, lisan, maupun hati, sesuai kadar kemampuan masing-masing.
*4. Tidak mengingkari kemungkaran dalam hati adalah tanda hilangnya iman*
Karena itu Ibnu Mas’ud berkata: “Kamu akan binasa jika hatimu tidak lagi mengenal yang ma’ruf dan tidak mengingkari yang mungkar.” Ini juga dalil bahwa tingkatan iman itu berbeda-beda.
Wallohu a’lam
_[Referensi utama : Kitab Riyadhus Shalihin Wa ma'ahu hasyiyatul Fawaid hal. 166]_
👤 Ditulis oleh Ustadz Nurhadi Nugroho hafidzhohulloh
Link :
https://bimbinganislam.com/fawaid-hadist-185-tiga-tingkatan-melawan-penyimpangan/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar