🔊 *MATERI 15 : MAKNA TAWASSUL YANG DISYARIATKAN DAN YANG TIDAK DISYARIATKAN*
📆 Jum'at, 06 Rabi'ul Awwal 1445 H/ 22 September 2023 M
👤 Ustadz Muhammad Wasitho, Lc., M.A.
📗 Aqidah : Modul 02
🌐 https://madeenah.bimbinganislam.com/
•┈┈┈•⊰✿✿⊱•┈┈┈•
_MADEENAH..._
_Belajar Islam dasar, dengan pemahaman yang benar_
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله رب العالمين الذي أنزل شريعة الإسلام هُدًى لِلنَّاسِ ورحمة للعالمين أما بعد
_Ikhwaniy wa Akhawatiy Fillaah_, para santri dan santriwati Madeenah (Madrasah Diniyyah) yang semoga dirahmati dan diberkahi Allah _Subhanahu wa Ta'ala_.
Pembahasan kita pada pertemuan kali ini yaitu tentang macam-macam Tawassul dalam Islam.
Tawassul ditinjau dari segi hukumnya maka terbagi menjadi dua macam.
⑴ Tawassul yang disyari'atkan (التوسل المشروع)
⑵ Tawassul yang dilarang (التوسل الممنوع)
• Tawassul yang Syari' (التوسل المشروع)
Tawassul yang syar'i yaitu tawassul yang disyari'atkan oleh Allah dan Rasul-Nya adalah bertawassul kepada Allah dengan wasilah yang benar dan disyari'atkan.
Mengambil suatu sarana atau perantara yang dapat mengantarkan kepada Allah dengan perantara yang benar dan disyari'atkan dan dengan cara yang benar.
Untuk bisa mengetahui bahwa Tawassul tersebut adalah Tawassul yang disyari'atkan maka dengan cara kembali kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah dan mengetahui penjelasan-penjelasan tentang keduanya.
Maka apa saja yang ditunjukkan oleh Al-Qur'an dan As-Sunnah bahwa itu termasuk wasilah yang syar'i maka itu termasuk tawassul yang disyari'atkan dan apa saja yang tidak dijelaskan dan ditetapkan dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah maka itu termasuk dalam kategori التوسل الممنوع Tawassul yang dilarang dalam Islam.
_Ikhwaniy wa Akhawatiy Filaah_, para santri dan santriwati Madeenah (Madrasah Diniyyah) yang semoga dirahmati dan diberkahi Allah _Subhanahu wa Ta’ala_.
Tawassul yang syar'i ada beberapa macam, dalam kitab Ushulu Al-Iman fi Dhau-il Kitabi wa As-Sunnah (أصول الإيمان في ضوء الكتاب و السنة) para penulis menyebutkan bahwa;
التوسل إلى الله تعالى باسم من أسمائه الحسنى أو صفة من صفاته العظيمة
Bertawassul kepada Allah di dalam doa dengan menyebut satu nama di antara nama-nama Allah yang Maha Indah atau menyebutkan dalam doanya satu sifat dari sifat-sifat Allah yang Maha Agung.
Seperti seorang muslim mengucapkan dalam doanya اللّهُـمَّ إِنِّـي أَسْأَلُـكَ بأنك الرحمن الرحيم أن تعافيني ini contoh Tawassul dalam doa dengan menggunakan nama Allah yang Maha Indah.
Seorang muslim mengucapkan dalam doanya, "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadamu, bahwasanya engkau dzat yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."
الرحمن الرحيم
Adalah termasuk Asma'ul Husna, nama-nama Allah yang indah.
أن تعافيني
"Agar engkau memberikan kepadaku kesehatan dan keselamatan."
Ini contoh doa atau Tawassul yang mengandung nama Allah yang Maha Indah.
Atau contoh yang lain bertawassul dengan menyebut salah satu sifat di antara sifat-sifat Allah yang Maha Tinggi.
Jika berdoa seorang muslim mengucapkan,
أسألك برحمتك التي وسعت كل شيء أن تغفر لي وترحمني، ونحو ذلك
"Aku memohon kepada-Mu ya Allah, dengan perantara rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu."
Rahmat di sini adalah sifat Allah, sifat kasih sayang Allah
أن تغفر لي وترحمني
"Agar engkau mengampuni dosa-dosaku dan merahmatiku."
Ini contoh berdoa kepada Allah dengan menggunakan sifat-sifat Allah yang Maha Tinggi.
Contoh yang lain, misalkan seorang muslim ingin dilapangkan rezekinya oleh Allah, maka dia bertawassul dengan nama Allah yang mengandung makna sesuai dengan apa yang dimintanya yaitu berkaitan dengan rezeki, yaitu nama Allah Ar-Razzaq (dzat yang Maha Memberikan Rezeki)
Seperti mengucapkan,
اللهم إني أسألك بأنك الرزق أن ترزقني
"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadamu dengan perantara nama-Mu yaitu Ar-Razaq (dzat yang Maha Memberi Rizki) agar Engkau menganugerahkan kepadaku rezeki."
Dalil yang menunjukkan bahwa bertawassul kepada Allah dalam doa dengan menggunakan salah satu nama Allah yang Maha Indah atau salah satu sifat Allah yang Maha Mulia bahwasanya itu termasuk Tawassul syar'i. Dalilnya adalah firman Allah di dalam surat Al-A'raf ayat 180.
Allah _Ta'ala_ berfirman:
وَلِلَّهِ ٱلۡأَسۡمَآءُ ٱلۡحُسۡنَىٰ فَٱدۡعُوهُ بِهَاۖ
_"Dan Allah mempunyai nama-nama yang husna (Maha Indah Maha Baik) maka berdoalah kepada Allah dengan menggunakan nama-nama yang indah tersebut."_
Ayat ini menunjukkan dengan jelas dan gamblang bahwa bertawassul dalam doa dengan menggunakan nama Allah yang indah dengan Asma'ul Husna merupakan Tawassul yang masyru' (Tawassul yang syar'i) yang disyari'atkan dalam Islam.
Demikian pelajaran kita pada pertemuan kali ini, semoga mudah dipahami dengan baik dan benar dan menjadi tambahan ilmu yang bermanfaat. Ilmu yang akan mengantarkan kita kepada keselamatan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
•┈┈┈•⊰✿✿⊱•┈┈┈•
Tidak ada komentar:
Posting Komentar