Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah berkata:
يَا مخنت الْعَزْم أَيْن أَنْت .... وَالطَّرِيق طَرِيق تَعب فِيهِ آدم وناح لأَجله نوح وَرمي فِي النَّار الْخَلِيل وأضجع للذبح إِسْمَاعِيل وَبيع يُوسُف بِثمن بخس ولبث فِي السجْن بضع سِنِين وَنشر بِالْمِنْشَارِ زَكَرِيَّا وَذبح السَّيِّد الحصور يحيى وقاسى الضّر أَيُّوب وَزَاد على الْمِقْدَار بكاء دَاوُد وَسَار مَعَ الْوَحْش عِيسَى وعالج الْفقر وأنواع الْأَذَى مُحَمَّد. تزها أَنْت باللهو واللعب ؟
“Wahai orang yang melemahkan tekad, di manakah engkau…?
Jalan ini adalah jalan penuh keletihan:
di jalan ini Nabi Adam ‘alaihis salam bersusah payah,
Nabi Nuh ‘alaihis salam menangis karena beratnya perjuangan,
Khalilullah Ibrahim ‘alaihis salam sampai dilemparkan ke dalam api,
Nabi Ismail ‘alaihis salam dibaringkan untuk disembelih,
Yusuf ‘alaihis salam dijual dengan harga yang murah dan mendekam di penjara beberapa tahun lamanya, Zakariya ‘alaihis salam wafat dengan di gergaji, Nabi Yahya ‘alaihis salam—sang pemimpin yang suci—disembelih, Ayyub ‘alaihis salam ditimpa penderitaan yang berat,
Dawud ‘alaihis salam sampai menangis melebihi kadar semestinya,
‘Isa ‘alaihis salam berjalan bersama binatang-binatang liar(dengan rasa takut), dan Nabi Muhammad ﷺ diuji dengan menghadapi kefakiran serta berbagai macam gangguan dan penderitaan.
Sementara engkau justru ingin menempuhnya dengan bersantai dan bermain main?”
📚 Sumber : Al-Fawa'id , hlm. 42
____•
Renungan
Jalan menuju Allah bukanlah jalan orang-orang yang mencari kenyamanan, tetapi jalan orang-orang yang jujur dalam keimanan. Para nabi dan orang-orang shalih menapakinya dengan air mata, kesabaran, dan pengorbanan—bukan dengan kemewahan dan kelalaian.
Barang siapa ingin kemuliaan akhirat, maka ia harus siap menanggung kelelahan dunia. Sebab sunnatullah tidak pernah berubah: kemuliaan tidak diraih dengan kemalasan, dan kedekatan dengan Allah tidak digapai dengan menuruti hawa nafsu.
Jika hati merasa berat untuk taat, malas untuk berjuang, dan lebih condong kepada hiburan, maka itu tanda iman perlu dibangunkan kembali. Bukan jalan yang salah, tetapi jiwa kita yang masih lemah. Karena setiap kelelahan di jalan Allah akan diganti dengan ketenangan yang tidak pernah dirasakan oleh orang-orang yang lalai.
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ قُلُوبَنَا، وَقَوِّ عَزَائِمَنَا، وَارْزُقْنَا الصِّدْقَ فِي السَّيْرِ إِلَيْكَ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْغَافِلِينَ، وَاخْتِمْ لَنَا بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ.
Ya Allah, perbaikilah hati-hati kami, kuatkan tekad kami, karuniakan kepada kami kejujuran dalam berjalan menuju-Mu. Jangan Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang lalai, dan wafatkanlah kami dengan akhir yang baik...
•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•
👍 Raih pahala besar dengan menyebarkan kiriman ini.
✅ *Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)*
Registrasi Ketik: "Daftar" kirim ke WA SM Center: +62 858 2634 8545
✅ *BELAJAR BAHASA ARAB VIA GROUP WHATSAPP (GRATIS)*
Cinta Bahasa Arab (CBA)
Ketik "DAFTAR CBA" Kirim via WhatsApp ke 0821-2307-8602
🟢 *JOIN TELEGRAM*
» t.me/shirotulmustaqim
» t.me/kalenderhijriyyah
» t.me/kisahkisahmulia
» t.me/fawaidistighfar
Instagram.com/shirotulmustaqimid
www.shirotulmustaqim.com