Cari yang antum mau

Jumat, 30 Januari 2026

JALAN MENUJU ALLAH



Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah berkata:


يَا مخنت الْعَزْم أَيْن أَنْت .... وَالطَّرِيق طَرِيق تَعب فِيهِ آدم وناح لأَجله نوح وَرمي فِي النَّار الْخَلِيل وأضجع للذبح إِسْمَاعِيل وَبيع يُوسُف بِثمن بخس ولبث فِي السجْن بضع سِنِين وَنشر بِالْمِنْشَارِ زَكَرِيَّا وَذبح السَّيِّد الحصور يحيى وقاسى الضّر أَيُّوب وَزَاد على الْمِقْدَار بكاء دَاوُد وَسَار مَعَ الْوَحْش عِيسَى وعالج الْفقر وأنواع الْأَذَى مُحَمَّد. تزها أَنْت باللهو واللعب ؟ 


“Wahai orang yang melemahkan tekad, di manakah engkau…?

Jalan ini adalah jalan penuh keletihan:

di jalan ini Nabi Adam ‘alaihis salam bersusah payah,

Nabi Nuh ‘alaihis salam menangis karena beratnya perjuangan,

Khalilullah Ibrahim ‘alaihis salam sampai dilemparkan ke dalam api,

Nabi Ismail ‘alaihis salam dibaringkan untuk disembelih,

Yusuf ‘alaihis salam dijual dengan harga yang murah dan mendekam di penjara beberapa tahun lamanya, Zakariya ‘alaihis salam wafat dengan di gergaji, Nabi Yahya ‘alaihis salam—sang pemimpin yang suci—disembelih, Ayyub ‘alaihis salam ditimpa penderitaan yang berat,

Dawud ‘alaihis salam sampai menangis melebihi kadar semestinya,

‘Isa ‘alaihis salam berjalan bersama binatang-binatang liar(dengan rasa takut), dan Nabi Muhammad ﷺ diuji dengan menghadapi kefakiran serta berbagai macam gangguan dan penderitaan.


Sementara engkau justru ingin menempuhnya dengan bersantai dan bermain main?”


📚 Sumber : Al-Fawa'id , hlm. 42



____•


Renungan



Jalan menuju Allah bukanlah jalan orang-orang yang mencari kenyamanan, tetapi jalan orang-orang yang jujur dalam keimanan. Para nabi dan orang-orang shalih menapakinya dengan air mata, kesabaran, dan pengorbanan—bukan dengan kemewahan dan kelalaian.


Barang siapa ingin kemuliaan akhirat, maka ia harus siap menanggung kelelahan dunia. Sebab sunnatullah tidak pernah berubah: kemuliaan tidak diraih dengan kemalasan, dan kedekatan dengan Allah tidak digapai dengan menuruti hawa nafsu.


Jika hati merasa berat untuk taat, malas untuk berjuang, dan lebih condong kepada hiburan, maka itu tanda iman perlu dibangunkan kembali. Bukan jalan yang salah, tetapi jiwa kita yang masih lemah. Karena setiap kelelahan di jalan Allah akan diganti dengan ketenangan yang tidak pernah dirasakan oleh orang-orang yang lalai.


اللَّهُمَّ أَصْلِحْ قُلُوبَنَا، وَقَوِّ عَزَائِمَنَا، وَارْزُقْنَا الصِّدْقَ فِي السَّيْرِ إِلَيْكَ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْغَافِلِينَ، وَاخْتِمْ لَنَا بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ.


Ya Allah, perbaikilah hati-hati kami, kuatkan tekad kami, karuniakan kepada kami kejujuran dalam berjalan menuju-Mu. Jangan Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang lalai, dan wafatkanlah kami dengan akhir yang baik... 


•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈• 

👍 Raih pahala besar dengan menyebarkan kiriman ini.


✅ *Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)*

Registrasi Ketik: "Daftar" kirim ke WA SM Center:  +62 858 2634 8545


✅ *BELAJAR BAHASA ARAB VIA GROUP WHATSAPP (GRATIS)*

Cinta Bahasa Arab (CBA)

Ketik "DAFTAR CBA" Kirim via WhatsApp ke 0821-2307-8602


🟢 *JOIN TELEGRAM*

» t.me/shirotulmustaqim

» t.me/kalenderhijriyyah

» t.me/kisahkisahmulia

» t.me/fawaidistighfar

Instagram.com/shirotulmustaqimid

www.shirotulmustaqim.com

Senin, 05 Januari 2026

Menjaga Amalan Ibadah

 _📗 Fawaid Hadist Bimbingan Islam_

*🔊 Fawaid Hadist #125 | Menjaga Amalan Ibadah*


وَعَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضُيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: « مَنْ نَامَ عَنْ حِزْبِهِ مِنَ اللَّيْلِ، أَوْ عَنْ شَيْءٍ مِنْهُ فَقَرَأَهُ مَا بَيْنَ صَلَاةِ الْفَجرِ وَصَلَاةِ الظُّهْرِ، كُتِبَ لَهُ كَأَنَّمَا قَرَأَهُ مِنَ اللَّيْلِ » رَوَاهُ مُسْلِمٌ.


Dari Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang tertidur tidak membaca hizbnya (bacaan wirid yang biasa dibaca) atau bacaan lain pada waktu malam kemudian ia membacanya pada waktu antara shalat Subuh dan Zhuhur, maka ia dicatat seolah-olah membacanya pada waktu malam.” (HR. Muslim, no. 747).


*Faedah Hadist*


Hadist ini memberikan faedah - faedah berharga, di antaranya;


Pelajaran berharga bagi setiap muslim yang biasa melakukan suatu ibadah untuk selalu menjaganya, walaupun waktu pelaksanaan ibadahnya telah berlalu.


Al-hizb dalam hadis ini artinya bagian dari sesuatu, misalnya hizbun naas artinya kelompok dari manusia. Seseorang yang memiliki kebiasaan melakukan amal shalih pada malam hari, kemudian tidak sempat melakukannya maka disyariatkan untuk mengqadha'nya (mengganti) antara shalat Subuh dan shalat Zhuhur, maka seolah ia melakukannya pada malam hari. Tetapi jika pada malam harinya seseorang shalat witir maka pada siang harinya dia menggenapkannya. Jika biasa witir tiga rakaat maka menggenapkannya menjadi empat, jika biasa witir lima rakaat maka menggenapkannya menjadi enam, jika biasa witir tujuh maka menggenapkannya menjadi delapan dan seterusnya.


Faedah penting bahwa setiap muslim hendaknya selalu menjaga amalan baik, tidak meninggalkan suatu amalan sunnah bagi yang lupa. Jika mampu agar mengqadha'nya, tetapi jika tidak mungkin untuk mengqadha'nya maka hukumnya telah gugur. Hal ini seperti seseorang masuk masjid belum melakukan shalat sunnah tetapi telah duduk dalam waktu yang lama maka ia tidak wajib mengqadha'nya kerana shalat ini hukumnya sunnah terikat dengan sebab, jika lupa maka hukumnya telah gugur. Semua amalan yang hukumnya terikat dengan sebab jika sebabnya hilang maka hukumnya gugur kecuali amalan yang wajib seperti shalat lima waktu.


Ketiduran karena sebab yang wajar adalah termasuk uzur dan diakui dalam hukum Islam dan tidak termasuk menyepelekan, karena memandang remeh atau kurang peduli itu terjadi pada saat sadar.


Keutamaan menjaga amalan-amalan yang disyariatkan.


Wallahu Ta’ala A’lam.


Referensi Utama: Syarah Riyadhus Shalihin karya Syaikh Shalih al Utsaimin, & Kitab Bahjatun Naazhiriin Syarh Riyaadhish Shaalihiin karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilaliy.


Ustadz Fadly Gugul., M.Ag.


Link: https://bimbinganislam.com/fawaid-hadist-125-menjaga-amalan-ibadah/

BESARNYA NILAI UMUR DAN KESEMPATAN DI BULAN RAMADAN

✒️ Dari Thalhah bin 'Ubaidillah radhiyallahu' anhu, bahwa ada dua orang mendatangi Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. 🔀 K...